Posts filed under 'Ilmiah'

Mars Pernah Menjadi Tempat yang Kejam

Hampir dua tahun setelah rover kembar NASA mendarat di Planet Mars, muncul dua gambaran yang bertentangan mengenai kondisi masa lalu planet tersebut. Muncul pula pertanyaan apakah tempat itu (pernah) bisa mendukung kehidupan atau tidak.

Baik rover Spirit dan Opportunity menemukan bukti-bukti geologi bahwa Mars pernah memiliki air, suatu tanda planet tersebut pernah bisa mendukung kehidupan. Namun penemuan baru juga mengungkapkan hal sebaliknya, yakni Mars pernah pula menjadi tempat kejam yang tidak memungkinkan kehidupan untuk berkembang.
 
“Dalam banyak bagian sejarahnya, planet merah adalah tempat yang sangat tidak mendukung kehidupan,” kata peneliti utama misi Steven Squyres dari Universitas Cornell.

Tetapi para peneliti menekankan bahwa rover-rover mereka hanya meneliti tahapan-tahapan singkat dalam waktu geologi planet. Sehingga mungkin saja ada banyak bagian di Mars yang memiliki kondisi berbeda.

Sejak mendarat di belahan yang berbeda di Mars, Januari 2004, rover-rover beroda enam itu menemukan bukti-bukti nyata bahwa Mars pernah digenangi air. Kesimpulan tersebut didapat berdasarkan penelitian terhadap lapisan-lapisan batu yang terbentuk atau susunannya dipengaruhi air.

Namun batuan endapan di daratan Mars yang menjadi lokasi pendaratan Opportunity juga menunjukkan bahwa sekitar 3 milyar hingga 4 milyar tahun lalu, terjadi fluktuasi lingkungan antara menjadi sangat asam dan kering - suatu kondisi yang sepertinya tidak mungkin bisa didiami kehidupan.

Sedangkan wilayah Gusev Crater dimana Spirit mendarat memperlihatkan sejarah yang bahkan lebih kejam. Tiga lapisan batu yang diteliti rover memperlihatkan susunan yang dipengaruhi air dan terbentuk dari suatu peristiwa letusan. Di situ tampak seolah abu panas dihamburkan dari langit dan objek-objek angkasa menghujani permukaannya sekitar 4 milyar tahun lalu. Pada saat itu air sudah ada, namun tidak dalam jumlah yang banyak.

Para peneliti menyatakan kondisi ganas seperti itu mungkin menjadi hambatan bagi kehidupan untuk muncul, meski ada kemungkinan beberapa bentuk kehidupan bisa bertahan dalam kondisi ekstrim semacam.

Mereka merujuk pada lingkungan ganas di Bumi, dimana makhluk-makhluk primitif mampu beradaptasi dan hidup di habitat yang keras, seperti di mata air panas di lautan, kwah gunung api, maupun tempat-tempat beku di kutub.

Dikatakan para peneliti, lokasi dimana rover-rover mendarat mungkin bisa didiami kehidupan ketika ada air di sana. Meski begitu, perlu dilakukan penelitian lebih cermat, termasuk membawa sampel batuan Mars ke Bumi, untuk memastikan apakah ada fosil kehidupan di sana.


Add comment 30 September, 2007

Kopi Mengurangi Resiko Penyakit Hati

Minum kopi dan teh bisa mengurangi resiko kerusakan hati (liver) pada orang-orang yang memiliki kebiasaan mengkonsumsi alkohol terlalu banyak, mengalami kegemukan, atau memiliki kandungan besi dalam darah terlalu tinggi.

Penelitian terhadap hampir 10.000 orang menunjukkan bahwa mereka yang minum lebih dari dua cangkir kopi atau teh tiap hari, perkembangan penyakit hati kronis yang mungkin timbul berkurang hingga separuh  dibanding mereka yang minum kurang dari satu cangkir.
 
Namun penelitian yang dilakukan oleh Institut Nasional Penyakit Pencernaan, Ginjal, dan Diabetes ini menyatakan bahwa kopi tidak memberi perlindungan terhadap penyakit hati yang disebabkan hal-hal lain, seperti infeksi virus.

“Meski terlalu dini untuk menyarankan pasien agar lebih banyak minum kopi atau teh, temuan kami ini memberi cara mudah bagi mereka yang beresiko tinggi terkena penyakit hati kronis untuk menurunkan resiko tersebut,” kata Dr. Constance Ruhl, pimpinan penelitian.

“Kami juga berharap temuan ini akan memberi petunjuk pada peneliti yang sedang mempelajari perkembangan penyakit hati.”

Dalam tulisannya di journal Gastroenterology, Ruhl dan rekan-rekannya menduga kunci penurunan resiko itu ada pada kafein. Namun perlu juga diingatkan bahwa dalam penelitian lain, terlalu banyak kafein juga tidak baik untuk kesehatan karena meningkatkan resiko stroke dan penyakit jantung.


1 comment 30 September, 2007

Lapan Luncurkan 7 Roket dari Garut

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) kembali meluncurkan 7 buah roket buatannya dari Stasiun Peluncuran Roket (Staspro) Cilauteureun, Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Total roket yang akan diluncurkan sebanyak tujuh buah, terdiri dari masing-masing satu buah jenis roket RX-250 milimeter, RX-150 milimeter dan RX-100 milimeter serta empat roket jenis RX-70 milimeter.

Empat roket jenis RX-70 milimeter telah berhasil diluncurkan pada Rabu (7/12) dini hari. Sementara roket jenis RX-250 milimeter, RX-150 milimeter, dan RX-100 milimeter akan mulai diluncurkan Kamis (8/12) sekitar pukul 05.30 WIB.

Menurut Kepala Bagian Humas LAPAN Syafridal Nurdin, pada peluncuran kedua akan dihadiri Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menneg Ristek) Dr. Kusmayanto Kadiman, Deputi Bidang Teknologi Dirgantara LAPAN Dr. Ing. Agus Nuryanto serta pejabat sipil dan militer setempat. Syafridal yang didampingi Kepala Sub Bagian Hubungan Kelembagaan LAPAN, Triyadi S.Sos. juga mengemukakan, peluncuran roket tersebut merupakan rangkaian dari peringatan hari jadi LAPAN ke-42 yang jatuh pada 27 Nopember lalu.

Pada Juni lalu, di tempat yang sama juga berhasil diluncurkan sembilan roket sensor berbasis Global Position System (GPS), meliputi dua roket jenis RX-250 milimeter, satu roket RX-150 milimeter dan satu roket RX-100 milimeter serta lima roket jenis RX-70 milimeter. Roket berbasis GPS itu dilengkapi sensor dinamik dan sensor navigasi guna mendapatkan variabel-variabel aerodinamik sebagai bahan analisa bagi kinerja roket tersebut.

Dengan demikian, jumlah roket yang berhasil diluncurkan LAPAN selama tahun 2005 sebanyak 16 buah. Peluncuran ini adalah bagian dari serangkaian ujicoba ilmiah terhadap roket-roket buatan LAPAN.

Tempat peluncuran roket Cilauteureun Pameungpeuk sendiri berjarak sekitar 95 kilometer arah selatan pusat Kota Garut. Daerah itu  selama ini dikenal sebagai “Tanjung Kennedy”-nya Indonesia. Bedanya, di Tanjung Kennedy, AS yang diluncurkan adalah pesawat ulang-alik, sedangkan di Cilauteureun adalah roket berjangkauan terbang mulai lebih dari 70 kilometer hingga ratusan kilometer. Lokasi tersebut dinilai strategis, antara lain karena berhadapan langsung dengan Samudera Hindia.

Setiap peluncuran memiliki prosedur operasional sebanyak 64 tahapan, mulai pemeriksaan kesiapan tim penanganan operasi uji terbang hingga tahap hitungan mundur serta evaluasi pengamanan akhir. Selama berlangsungnya peluncuran roket, para nelayan setempat dilarang keras melaut untuk menghindari kemungkinan terjadinya bahaya.


Add comment 30 September, 2007

Alkohol Kurangi Resiko Kegemukan?

Orang-orang yang mengkonsumsi minuman beralkohol satu atau dua kali per hari, memiliki resiko menjadi gemuk lebih rendah dibanding mereka yang sama sekali tidak minum atau para peminum berat. Begitu hasil sebuah penelitian.

Para ilmuwan mendapatkan bahwa di antara lebih 8.200 orang dewasa yang diselidiki, mereka yang menikmati minuman beralkohol sekali tiap hari ternyata 54 persen lebih tidak beresiko menjadi gemuk dibanding bukan peminum.

Hal yang sama juga ditemukan pada mereka yang minum sedikit lebih banyak (dua kali tiap hari) atau lebih sedikit (beberapa kali minum tiap minggu), memiliki resiko mengalami kegemukan lebih sedikit dibanding bukan peminum.
 
Para peminum berat, di lain pihak, justru cenderung menjadi lebih gemuk. Mereka yang minum empat kali atau lebih setiap hari, 46 persen lebih beresiko mengalami kegemukan dibanding bukan peminum. Kebanyakan peminum bahkan secara umum menjadi gemuk.

Banyak penelitian sebelumnya menghubungkan konsumsi alkohol dalam jumlah sedang dengan kesehatan jantung yang lebih baik. Namun sedikit saja yang mengkaitkan dengan kegemukan.

“Bisa jadi rendahnya resiko kegemukan pada peminum sedang membantu menjelaskan rendahnya resiko sakit jantung,” kata James E. Rohrer, ahli kesehatan dari Mayo Clinic, Rochester, Minnesota.

Meski begitu, Rohrer menekankan bahwa temuan ini tidak berarti menyarankan mereka yang mengalami kegemukan untuk mengkonsumsi alkohol agar menjadi lebih langsing. Alkohol memiliki kandungan kalori tinggi, dan tidak diketahui mengapa meminumnya dalam jumlah sedang justru menurunkan resiko kegemukan.

Adapun hasil penelitian ini didasarkan pada data dari survey terhdap warga berusia 18 tahun atau lebih, yang dilakukan antara tahun 1988 dan 1994. Para peneliti memfokuskan studynya pada 8.236 sukarelawan yang tidak merokok.

Secara keseluruhan, separuh dari peminum saat ini memiliki berat badan normal, sedangkan bukan peminum yang tidak mengalami kegemukan hanya seperempat. Mengapa ini bisa terjadi, masih belum jelas. Tetapi sekali lagi, Rohrer menyarankan agar tidak menjadi peminum dengan tujuan mengurangi kegemukan.


Add comment 30 September, 2007

Tawon Pengendus Bom dan Narkoba

Suatu saat tawon yang terlatih dapat digunakan sebagai pelacak menggantikan anjing untuk mengendus obat-obatan terlarang, bom, atau tubuh pelaku kriminal. Dan ini tidak main-main.

Para ilmuwan menyatakan, salah satu spesies tawon yang tidak menyengat dapat dilatih mengenali bau tertentu dalam lima menit, setajam kemampuan seekor anjing pelacak.

Menggunakan peralatan jinjing yang mengandung beberapa tawon, para peneliti dapat menggunakan serangga tersebut untuk mendeteksi sumber bau, misalnya racun yang terkandung dalam jagung atau kacang, dan zat kimia yang dipakai sebagai bahan peledak.

“Detektor kimia yang sangat fleksibel dan leluasa bergerak semakin banyak dibutuhkan,” kata ahli ilmu serangga di Departemen Pertanian AS Joe Lewis. Padahal, pelacak terbaik yang ada sekarang sangat rumit, mahal, atau tidak praktis.

Seekor anjing pelacak saja membutuhkan latihan enam bulan dan menghabiskan biaya 15 ribu dollar AS agar dapat melacak bau dengan baik. Menggunakan tawon, biaya untuk menyediakan pelacak bau dapat diturunkan.

Penelitian yang dilakukan oleh Lewis dan insinyur pertanian dari University of Georgia Glen Rains adalah bagian dari proyek pemerintah yang mempelajari kemungkinan manfaat serangga, binatang melata, atau udang-udangan dalam bidang pertahanan. Melalui proyek yang sama, para ilmuwan telah berhasil memanfaatkan lebah untuk mendeteksi ranjau darat.

Selama bertahun-tahun, Lewis dan koleganya di USDA, J.H. Tumlinson menemukan spesies tawon Microplitis croceipes yang berukuran kecil, bersifat predator, dan mengandalkan bau untuk menentukan lokasi madu dan tempat bertelurnya, yaitu tubuh ulat yang merusak tanaman.   

Selain tidak menyengat manusia, tawon jantan menggunakan alat penyengatnya untuk memasukkan telurnya ke dalam tubuh ulat. Telur tersebut kemudian berkembang menjadi larva parasit dalam tubuh ulat.

Para ilmuwan menemukan bahwa tanaman yang dirusak oleh ulat tersebut mengeluarkan bau khas sebagai tanda terancam. Bau inilah yang menarik perhatian tawon-tawon berwarna hitam itu dan melatih serangga berukuran panjang sekitar 0,6 centimeter ini memilih sumber makanan dan tempat bertelur. “Mereka menjadi pelacak yang baik karena memang begitulah caranya bertahan hidup,” kata Lewis.

Latihan singkat

Menurut Rains, tawon-tawon ini dapat dilatih untuk mendeteksi bau tertentu dengan cepat. Para peneliti melepaskan bau yang unik kepada tawon-tawon lapar. Kemudian mereka memberikannya air gula selama 10 menit dan waktu istirahat semenit. Setelah bau dan sumber makanan tersebut diberikan selama tiga kali, tawon mampu memilih bau yang berhubungan dengan sumber makanannya ini.

Karena para ilmuwan tidak dapat mengikat tawon-tawon yang terlatih, mereka harus mengurungnya sambil memantau reaksinya terhadap bau tertentu. Alat tersebut terbuat dari silinder berbahan PVC berukuran 25 centimeter dengan lubang di salah satu ujungnya dan sebuah kipas di ujung lainnya. Di dalamnya terdapat kamera web yang terkoneksi ke laptop sehingga perilaku lima ekor tawon dalam kapsul plastik transparan yang berventilasi dapat dipantau secara langsung.

Ketika tawon-tawon tersebut mendeteksi bau yang dicari, mereka akan mengumpul di sekitar ventilasi dan menghasilkan citra yang gelap di layar komputer. Jika belum ada bau yang dicari, mereka akan bebas terbang di dalam kapsul. Tawon-tawon ini dapat dipekerjakan selama 48 jam kemudian dilepas untuk melanjutkan sisa hidupnya, yang hanya berlangsung dua hingga tiga minggu.  

“Yang kami miliki adalah teknologi cuma-cuma yang dapat diprogram dengan cepat dan leluasa dipindahkan ke mana-mana,” kata Lewis. Ia yakin ’tawon pelacak’ ini dapat digunakan untuk mendeteksi bahan peledak di pintu gerbang bandara, memeriksa tubuh penumpang, memantau racun yang mungkin tercampur pada bahan makanan, atau mendeteksi penyakit seperti kanker dari bau napas seseorang.

“Alat ini sangat murah dan sangat peka,” kata Rains. “Anjing harus dilatih berbulan-bulan dan harus diawasi seseorang, sedangkan tawon dapat dilatih dalam waktu singkat,” lanjutnya.

Raind yakin Tawon Pelacak akan tersedia di pasaran dalam tiga hingga lima tahun lagi. Ia dan Lewis masih mencoba berbagai cara meningkatkan perkembangbiakan tawon dan cara melatih ratusan tawon bersama-sama.

“Kami telah memastikan bahwa secara teknis hal tersebut dapat dilakukan,” kata Lewis, “Hanya butuh sedikit penyempurnaan dan  perbaikan metodologi.” Menurut Lewis, lebah, berbagai jenis serangga lainnya, bahkan kutu air, mungkin juga dapat dilatih untuk mengendus barang berbahaya. Dengan demikian, berbagai jenis hewan sangat berpotensi menjadi sumber sensor biologi.

Ilmuwan lain juga berusaha memanfaatkan kemampuan serangga dalam mengendus bau. Para 2002, Pentagon mempertimbangkan untuk memasang alat pemancar  gelombang seukuran kristal garam pada tubuh lebah pengendus untuk melacak bahan peledak dan mengirimkan informasinya secara nirkabel ke laptop atau komputer.

Sebuah perusahaan Inggris Inscentinel Inc. menjual lebah terlatih dan kandangnya tempat lebah-lebah tersebut memantau bau alami atau zat kimia buatan manusia. Sistem ini dapat digunakan untuk mengetahui adanya bahan peledak, senjata kimia, ranjau darat, dan mengontrol kualitas makanan.

Jerry Bromenshenk, seorang profesor peneliti di Montana State University menggunakan lebah untuk mendeteksi ranjau. Lebah akan berkumpul di atas ranjau atau bahan peledak lainnya kemudian ia memetakan lokasi keberadaannya menggunakan teknologi pengindera laser.

“Serangga dan antenanya memiliki sistem penciuman yang sangat baik seperti anjing,” kata Bromenshenk. “Jumlahnya sangat melimpah dan relatif jauh lebih murah,” lanjutnya.

Selain itu, lanjut Bromenshenk, lebah mungkin lebih cocok untuk di tempat terbuka, sedangkan tawon lebih cocok di dalam ruangan. “Hanya saja, kami melepaskan lebah tersebut sehingga tidak cocok untuk area terbatas seperti bandara,” katanya.


Add comment 30 September, 2007

Wahana Jepang Mungkin Gagal Membawa Debu Asteroid

Wahana ruang angkasa Jepang yang diperkirakan telah mendarat di sebuah asteroid bulan lalu, mungkin gagal mengumpulkan sampel material dari sana. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai kesuksesan misi tersebut.

Data dari wahana Hayabusa yang masih melayang-layang beberepa kilometer dari asteroid Itokawa, tidak menunjukkan bahwa wahana telah menembakkan peluru logam ke permukaan asteroid saat mendarat, seperti dugaan sebelumnya.

“Tanpa data ini kami baru akan tahu apakah wahana berhasil mendapatkan sampel asteroid atau tidak setelah ia tiba di Bumi kelak,” kata Seiji Oyama dari Badan Antariksa Jepang, JAXA, hari Rabu (7/12).
 
Pada tanggal 26 November lalu JAXA mengumumkan bahwa Hayabusa telah berhasil menyentuh asteroid Itokawa, menembakkan peluru metal, dan mengumpulkan debu yang terhambur karena tembakan. Wahana kemudian terbang lagi untuk mengirimkan data pada pengendali misi.

Pendaratan di permukaan asteroid yang berada 288 juta kilometer dari Bumi itu adalah usaha kedua Hayabusa. Usaha pendaratan sebelumnya gagal karena pengendali misi di Bumi kehilangan kontak dengan Hayabusa dan baru mengetahui bahwa Hayabusa sempat mendarat di sana beberapa hari kemudian.

Kini setelah mempelajari data-data yang dikirim wahana, para pengendali misi kembali tidak yakin apakah Hayabusa berhasil mengumpulkan materi dari asteroid.

Wahana yang diluncurkan Mei 2003 itu direncanakan akan kembali ke Bumi dan mendarat di Australia Juni 2007. Namun masalah teknis mungkin akan menunda kedatangannya.

Hayabusa mengalami masalah dengan mesin pendorongnya setelah lepas landas dari Itokawa, sehingga JAXA terpaksa memadamkan mesin-mesin itu. Badan Antariksa Jepang memiliki waktu hingga 10 Desember untuk memperbaikinya, sebelum wahana memulai perjalanan pulang ke Bumi.

Bila Hayabusa kembali ke Bumi dengan membawa material luar angkasa, maka ini akan menjadi misi pertama yang berhasil membawa sampel asteroid ke Bumi.

JAXA berharap, material asteroid itu akan membantu mengungkap rahasia bagaimana benda-benda langit terbentuk. Asteroid sendiri dianggap sebagai bahan pembentuk tata surya yang masih murni dan belum tercemar.


Add comment 30 September, 2007

Melawan Bau dengan Bau

Para ilmuwan dari Monell Chemical Senses Center di Philadelphia berharap mendapatkan hak paten tentang metode unik untuk mengurangi bau tak sedap dari kotoran hewan menggunakan bau lainnya.

Metode yang disebut dengan “adaptasi silang penciuman” ini akan menghilangkan sensitivitas bau tertentu dengan mengalihkannya pada bau yang lain. “Agen adaptasi silang ini berupa larutan berbau sedap yang digunakan pada konsentrasi rendah,” kata ahli kimia analisis organik George Preti.

Campuran ini telah terbukti mampu mengurangi intensitas dan bau tak sedap dari asam organik dan bahan yang mengandung belerang - dua bahan yang terkandung dalam kotoran ternak.  Metode ini dikembangkan oleh Preti bersama seorang ahli otak dan indera penciuman Charles Wysocki untuk memenuhi permintaan pemerintah wilayah Pennsylvania.

Sejak bidang agrikultur (pertanian dan peternakan) menjadi salah satu industri terbesar di Pennsylvania, masalah bau kotoran hewan harus segera diatasi. Diperlukan metode yang efektif untuk melawan bau kotoran hewan agar tidak mengganggu pemukiman yang semakin berkembang hingga daerah pedesaan.

Jika penyebaran bau tak sedap dibiarkan, masalah tersebut dapat memicu konflik. Penduduk yang terganggu bisa saja melaporkan pemilik lahan ke pengadilan sebagai tindakan tidak menyenangkan.

“Para pelaku industri agrikultur saat ini dapat memanfaatkan metode yang dipatenkan ini untuk mengurangi penyebaran bau tak sedap yang dapat tertiup angin ke daerah sekitarnya,” papar Wysocki.

Dengan cara seperti ini, para pelaku industri agrikultur dapat menghemat biaya hingga jutaan dollar AS, daripada harus membayar pengacara dan biaya pengadilan jika terus menghadapi tuntutan.


Add comment 30 September, 2007

Hindari Rokok dan Kegemukan Saat Hamil

Pertumbuhan anak dipengaruhi kebiasaan ibunya sejak mengandung. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa bayi yang lahir dari wanita perokok atau kelebihan berat badan saat hamil cenderung tumbuh menjadi anak yang kelebihan berat badan. 

Para peneliti Ohio State University menemukan, bayi-bayi tersebut memiliki resiko menderita kegemukan mencapai tiga kali lipat lebih besar daripada bayi yang lahir dari wanita yang memiliki berat badan normal. Pada wanita yang merokok selama hamil, resiko kelebihan berat badan pada anaknya dua kali lipat lebih besar.

Apakah kecenderungan ini ada hubungannya dengan perubahan biologis yang terjadi di rahim atau dipengaruhi faktor lingkungan setelah lahir, masih belum jelas. Meskipun demikian, berdasarkan analisis, kedua faktor itu mendorong kelebihan berat badan anak-anak sejak awal.

“Kami tidak memiliki data, tapi temuan kami menunjukkan bahwa pengaruh ini dapat dilihat sebagai faktor resiko sebab terdapat hubungan yang sangat erat,” kata Pamela Salsberry, seorang profesor di Ohio State University yang menulia penelitian tersebut. Temuan ini dipublikasikan dalam Pediatrics edisi Desember.

Menggunakan data dari National Longitudinal Survey Youth, Salsberry dan koleganya, Patricia Reagan membandingkan tinggi dan berat seorang anak yang dibagi dalam tiga bentuk karakteristik sebelum dan sesudah lahir. Beberapa karakteristik yang dilihat adalah umur, ras, pendidikan, berat, sejarah merokok, status perkawinan, apakah ibunya pernah melahirkan sebelumnya, dan apakah anak tersebut disusui langsung atau tidak.

Analisis yang mereka lakukan melibatkan 3.000 anak-anak yang mengalami kelebihan berat badan pada usia 3,5 dan 7 tahun. Dari analisis tersebut, terlihat bahwa anak-anak cenderung mengalami kegemukan jika indeks massa tubuh (BMI) menyentuh di atas pesentil 95 pada kartu pertumbuhan berdasarkan umur dan jenis kelamin.

Menurut para peneliti, banyak sekali faktor yang mempengaruhi kegemukan anak sejak dini tapi kedua faktor itulah yang paling berpengaruh. Anak-anak yang dilahirkan dari wanita yang mengalami kegemukan beresiko kelebihan berat badan antara dua hingga tiga kali lipat pada usia 7 tahun.

“Hal tersebut penting diketahui semua wanita agar memahami bahwa kondisi berat badan saat hamil mepengaruhi pertumbuhan anak,” kata Salsberry. Anak-anak yang lahir dari wanita perokok memiliki resiko kelebihan berat pada usia 7 tahun hingga 74 persen lebih besar daripada anak-anak yang lahir dari wanita yang tidak merokok selama hamil. Selain itu, anak-anak berkulit hitam cenderung lebih mudah kelebihan berat saat usia 7 tahun daripada anak berkulit putih.    

“Penelitian ini sangat menarik karena memastikan pentingnya menjaga kesehatan dalam jangka panjang,” kata Dr. Helen Binns, direktur klinik evaluasi gizi di Children’s Memorial Hospital, Chicago. Tentang apakah ia percaya bahwa terdapat pengaruh tambahan dari lingkungan atau sesuatu yang terjadi sebelum lahir, yang jelas lingkungan sebelum maupun sesudah lahir penting diperhatikan.

Selain itu, lanjut Helen, sebagai orang tua, kita perlu melihat dan merawat diri sendiri sebab hal tersebut akan berpengaruh pada anak-anak. Kegemukan pada anak-anak bukanlah masalah anak-anak semata namun menjadi masalah bagi keluarga dan lingkungan sekitar. Kita tidak mungkin hanya mempermasalahkan kegemukan pada anak-anak tapi juga mendorong kebiasaan hidup sehat.

“Untuk mengatasi hal tersebut, pertama-tama kita harus memusatkan diri pada gaya hidup sehat sehingga kebiasaan ini dapat berlangsung secara rutin. Mulailah satu langkah kecil untuk membiasakan gaya hidup sehat pada diri Anda dan keluarga. Kebiasaan ini akan ditiru oleh anak-anak. Jangan melanggar diet dan makanlah sesuatu yang menyehatkan seperti buah-buahan dan sayuran. Dari situlah gaya hidup sehat dapat dimulai dan diatur.”

Salsberry menambahkan, kegemukan pada anak-anak tidak selalu menjadi masalah tapi hal tersebut berjalan sesuai umur. Anak-anak yang mengalami kelebihan berat badan saat usia sekolah biasanya memang mengalami kegemukan saat usia yang lebih muda. Pesan yang perlu diperhatikan adalah pentingnya orang tua dan para tenaga kesehatan memperhatikan berat badan dan mencegah kegemukan sedini mungkin.


Add comment 30 September, 2007

Indonesia Peringkat Pertama Olimpiade Sains Junior

Kontingen Indonesia menduduki peringkat pertama dalam perolehan medali pada Olimpiade Sains Junior Internasional (IJSO) ke-2 dengan memperoleh enam medali emas, empat perak dan dua perunggu.

Peringkat dua ditempati Taiwan dengan mengantongi lima medali emas dan satu perak, disusul Rusia di peringkat tiga dengan tiga emas dan tiga perak. Sedangkan peringkat empat diraih Korea Selatan dengan dua medali emas dan tiga perak.

IJSO II yang dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Gedung Agung (Istana Negara) Yogyakarta berlangsung antara 5 hingga 12 Desember dan diikuti 34 negara dari empat benua kecuali Australia. Penutupan IJSO 2005 dilakukan Menteri Pendidikan Nasional RI Bambang Sudibyo di gedung Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta, Senin (12/12).

Gelar “The Best Theory” juga diraih Kontingen Indonesia atas nama Josua Michael, yang  juga meraih posisi bergengsi yakni “Absolute Winner” setelah meraih nilai tertinggi dalam IJSO 2005. Sedangkan peraih “The Best Experiment” adalah Chin Yu Chien dari Taiwan. Gelar yang sama juga diraih Kalpit Parang dan Mikhail Proskurin, keduanya dari India, serta Yu Chi Yeh dari Taiwan.

Dibanding IJSO I setahun lalu, terjadi penurunan jumlah perolehan medali emas bagi Indonesia yang menurunkan dua tim pada IJSO 2005. Pada IJSO 2004 Indonesia memperoleh delapan medali emas.


Add comment 30 September, 2007

Tim Olimpiade Astronomi Raih Penghargaan Teori dan Praktik Terbaik

Tim Indonesia yang berpartisipasi dalam Olimpiade Astronomi Asia Pasifik (APAO) berhasil memperoleh 2 medali perunggu, 1 penghargaan Best Result untuk kategori Teori, dan 1 Best Practical Round. Sebanyak dua buah medali perunggu diraih oleh Stefani Herlie (SMAN 12 Jakarta) dan Zulfikar (SMAN 10 Fajar Harapan, Banda Aceh).

Sedangkan Eric Gibson S. Rumainum (SMP YPJ Kuala Kencana, Papua) memperoleh penghargaan Best Result untuk kategori teori. Selain memperoleh perunggu, Stefani juga memperoleh Best Practical Round karena nilai tes praktiknya sempurna tanpa kesalahan.

Perolehan medali dalam kompetisi tingkat Asia Pasifik  bidang astronomi ini memang sulit diprediksi. APAO baru pertama kali diadakan dan negara-negara yang berpartisipasi juga berbeda dengan IAO. Sebab, sesuai aturan peserta yang telah berpartisipasi dalam IAO pada  November 2005 di Beijing, China tidak diperkenankan ikut. APAO sendiri berlangsung di Irkutsk, Siberia, Rusia sejak 4 hingga 11 November 2005. 

Mau tidak mau, harus disiapkan tim baru di luar peserta IAO. Meskipun hanya disiapkan dalam enam minggu, sebelum berangkat seluruh peserta telah mendapat pelatihan di PPPG IPA Bandung, Departemen Astronomi ITB, Observatorium Bosscha, dan Planetarium oleh para dosen dan asisten Departemen Astronomi ITB dan staf Planetarium.. 

Dalam APAO kali ini, Indonesia mengirimkan delapan orang, masing-masing 4 orang siswa SMP untuk tingkat junior dan 4 orang SMA untuk tingkat senior. Kedelapan siswa tersebut adalah Geraldo Edison Tegouch (SMP YPJ Kuala Kencana, Papua), Mirella Fonda Maahury (SMAN 2 Maluku, Ambon), Eric Gibson S. Rumainum (SMP YPJ Kuala Kencana, Papua), Asyhabily Intifadha Aprisya (SMP YPJ Tembagapura, Papua), Sander Sonambela (SMA YPS, Soroako, Sulawesi Selatan), Paskalina Faidban (SMP YPJ Kuala Kencana, Papua), Zulfikar (SMAN 10 Fajar Harapan, Banda Aceh, NAD), dan Stefani Herlie (SMAN 12 Jakarta). Tim juga didampingi oleh dua orang team leader dari Departemen Astronomi ITB, yaitu Dr. Chatief Kunjaya dan Dr. Hakim Malasan serta satu orang observer yaitu Jacky Pontoh.

Selain mengharumkan nama bangsa dengan prestasi tersebut, kontingen Indonesia juga sempat diwawancarai televisi lokal dan memperkenalkan tari poco-poco, salah satu tarian dari Manado. Selama mengikuti kegiatan tersebut, seluruh anggota kontingen juga mengenakan pakaian dari bahan tenun ikat yang merupakan tekstil tradisional asli Indonesia. Mereka akan meninggalkan Irkuts hari ini dan rencananya sampai di bandara Soekarno-Hatta, Selasa (13/12) pukul 20.25 WIB.


Add comment 30 September, 2007

Teh Mungkin Bisa Menghambat Pertumbuhan Kanker

Beberapa peneliti Swedia menemukan bahwa meminum setidaknya dua cangkir teh setiap hari bisa membantu mengurangi resiko terkena kanker indung telur.

Study ini melibatkan 61.057 wanita Swedia yang bersedia mengisi angket mengenai diet mereka. Kondisi kesehatan para wanita ini kemudian dicatat selama kurang lebih 15 tahun hingga 2004.
 
Sepanjang waktu itu, diketahui 301 wanita terkena kanker indung telur. Mereka yang minum dua cangkir teh atau lebih setiap hari, cenderung tidak terkena kanker dibanding mereka yang tidak minum teh. Perbedaan resiko itu mencapai 46 persen. Sementara mereka yang minum kurang dari dua cangkir teh tiap hari juga mendapatkan manfaat, meski tidak sebesar yang minum dua cangkir.

Para peneliti memang tidak membedakan hasil itu berdasarkan jenis teh yang diminum, tapi kebanyakan dari responden minum teh hitam. Baik teh hitam maupun teh hijau mengandung polyphenols - senyawa yang diperkirakan membantu menghalangi kerusakan sel.

Adapun study sebelumnya mengenai manfaat teh untuk membantu mencegah munculnya berbagai jenis kanker telah menghasilkan kesimpulan yang berbeda. Ada yang menyebut teh sangat bermanfaat untuk memerangi kanker, tapi ada pula yang tidak menemukan kegunaan tersebut.

Oleh karenanya peneliti Susanna Larsson dan Alicja Wolk dari Institut Karolinska, Stockholm, menyatakan masih banyak riset yang harus dilakukan untuk memastikan manfaat teh, terutama untuk menghindari kanker.

“Bila temuan ini benar, maka kita mendapatkan sesuatu yang penting mengingat kanker ovarium adalah penyebab utama keempat kematian karena kanker pada wanita,” kata Marji McCullough, ahli nutrisi di American Cancer Society.

Dr. Julie Buring dari RS Wanita Brigham, Harvard, yang meneliti penyakit kronis dan kanker mengatakan bahwa mungkin ada faktor-faktor lain selain minum teh yang bisa menjelaskan hasil penelitian itu.

“Pencarian zat-zat atau cara hidup yang bisa membuat seseorang lebih sehat adalah sesuatu yang amat penting,” kata Buring. “Bisa jadi, orang-orang yang minum teh berbeda dengan bukan peminum karena mereka juga memiliki gaya hidup yang lebih sehat.”


Add comment 30 September, 2007

Kebahagiaan Bertahan Karena Kebiasaan

Kebahagiaan yang bertahan hingga usia lanjut mungkin lebih banyak dipengaruhi kebiasaan hidup seseorang daripada sekedar kondisi kesehatannya, demikian hasil peneltian menyebutkan.

Para peneliti memeriksa 500 orang Amerika berumur antara 60 hingga 98 tahun yang tinggal secara mandiri dan mengidap penyakit kanker, hati, diabetes, kondisi lemah mental, atau berbagai jenis masalah kesehatan lainnya.

Mereka diminta mengukur sendiri keberhasilannya bertahan hidup antara 1 hingga 10, dengan angka 10 sebagai nilai terbaik. Ternyata di balik sakitnya, mereka cukup puas terlihat dari rata-rata nilai sebesar 8,4.

“Yang paling menarik dalam penelitian ini adalah pendapat baru bahwa kebahagiaan bukan hanya milik mereka yang sehat,” kata pimpinan penelitian Dilip Jaste dari University of California, San Diego.

Faktanya, lanjut Jeste, rasa optimis dan gaya hidup yang efektif dalam menghadapi sesuatu lebih penting untuk membentuk kebahagiaan daripada pengukuran kesehatan dan kebugaran saja. Temuan ini menunjukkan bahwa kesehatan bukan indikator terbaik yang menentukan kebahagiaan, tapi kebiasaan hidup.

Bukti tersebut penting diperhatikan oleh para anggota komunitas medis sebab dengan pengukuran tradisional - yang hanya memperhatikan kondisi kesehatannya - mungkin hanya 10 persen yang akan berhasil bertahan hingga usia lanjut.

“Kriteria yang biasa digunakan menunjukkan bahwa orang akan bahagia jika mereka memiliki masalah kesehatan yang kecil dan tidak cacat,” kata Jeste. Padahal, berdasarkan penelitian ini, persepsi dari diri sendiri tentang penuaan lebih penting daripada pengukuran yang dilakukan secara tradisional itu.

Kesehatan dan kebahagiaan mungkin juga sangat dipengaruhi keyakinan. Sebuah penelitian yang dirilis setahun lalu menemukan bahwa orang yang merasa sangat optimis sepuluh tahun sebelumnya masih dapat bertahan meskipun menderita penyakit kardiovaskular.

Selain itu, tingkat kematiannya lebih rendah daripada orang yang pesimis menghadapi hidupnya. Di awal tahun ini, para peneliti menunjukkan bahwa sakit dan kelemahan seringkali dihadapi penderitanya dengan ceria seperti orang lainnya yang normal.

“Kebanyakan orang khawatir dengan masa depannya saat memasuki usia senja karena melemahnya fisik, penyakit, atau cacat,” kata Jeste. Namun dengan temuan ini ada dorongan baru sebab hasilnya menunjukkan bahwa  kebahagiaan dikendalikan oleh diri sendiri.


Add comment 30 September, 2007

Memperbaiki Memori Dalam 14 Hari

Anda merasa sering lupa dan membutuhkan ingatan yang kuat? Dengan melakukan 4 langkah latihan selama 14 hari, maka memori Anda dapat diperbaiki. Cara seperti ini telah terbukti efektif bagi para manula.

Para peneliti telah menemukan cara meningkatkan fungsi memori dalam otak para manula. Setelah dua minggu melakukan permainan otak, diet, dan olahraga, kerja memori otak para sukarelawan yang diteliti mengalami peningkatan lebih efisien.

Berikut adalah program yang diberikan : 

Melatih ingatan: permainan otak (teka-teki silang dan kuis), permainan acak kata, dan melatih memori yang berkaitan dengan kemampuan verbal setiap hari. 

Diet sehat: makan lima kali sehari yang mengandung lemak omega-3, serat, dan antioksidan. Hasil studi menunjukkan bahwa dengan memakan makanan sehat ini setiap hari dapat mencegah kekurangan gula darah. Gula darah merupakan energi utama yang dibutuhkan oleh otak.

Olahraga: jalan-jalan dan gerak badan setiap hari. Pada penelitian lainnya ditemukan bahwa sering melakukan olahraga dapat mengurangi risiko terkena penyakit alzheimer.

Menurunkan stress: latihan peregangan otot dan relaksasi. Stress menyebabkan tubuh menghasilkan kortisol yang dapat merusak memori dan telah diketahui memperkecil area memori di otak.

Pemindaian otak yang dilakukan sebelum dan sesudah penelitian menunjukkan bahwa para sukarelawan rata-rata mengalami penurunan metabolisme otak di bagian dorsal lateral perfrontal sebanyak 5 persen. Bagian tersebut mengatur kerja memori dan berbagai fungsi kognitif lainnya.

Hal ini menunjukkan bahwa mereka semakin efisien dalam menggunakan otaknya. Para subjek penelitian ini juga menunjukkan hasil uji kognitif yang lebih baik. Kelompok pengendali yang juga diuji untuk membandingkan hasil tersebut tidak menunjukkan perubahan yang signifikan dalam otaknya.

“Kami telah mengetahui selama bertahun-tahun bahwa diet dan olahraga dapat membantu seseorang menjaga kesehatan fisiknya, yang merupakan komponen utama sehat di usia lanjut,” kata Gary Small, profesor, psikiater, dan ilmuwan perilaku dari University of California, Los Angeles (UCLA). “Tapi, menjaga kesehatan mental tidak kalah pentingnya,” lanjutnya.

Penelitian terakhir yang dilakukan Dilip Jaste dari University of California, San Diego menunjukkan bahwa sikap optimis dan gaya hidup yang efektif merupakan kunci bertahan di usia lanjut. Dan mulai sekarang, untuk melengkapi kebahagiaan, para manula dapat mempertahankan ingatan dengan melakukan berbagai latihan secara rutin.


Add comment 30 September, 2007

Gelombang Otak Sebagai Password

Para peneliti Kanada berharap segera mampu mengembangkan teknik yang dapat menggunakan gelombang otak untuk mengunci pintu atau memperoleh akses ke layanan bank.

Urusan teknik pengamanan menggunakan keunikan tubuh manusia telah banyak dikembangkan para ahli, misalnya sidik jari. Bahkan beberapa perusahaan telah menawarkan pengenalan citra iris (bagian mata) di banyak negara yang ingin menerapkan paspor biometrik.

Tapi Julie Thorpe, seorang peneliti di Carleton University di Ottawa mempunyai ide yang lebih gila. Menurutnya, tidak perlu digunakan kartu rahasia, nomor pin, dan bentuk pengaman fisik lainnya untuk mengakses ATM, mengakses data di komputer, atau memasuki gedung dan ruangan rahasia.

“Penggunanya juga akan mudah sekali mengingat password-nya,” kata Thorpe. Ia berharap dapat mengembangkan alat pengaman pertama yang membaca gelombang otak sebagai kode tersebut.

Idenya memang sangat potensial untuk dikomersialisasikan, dengan asumsi sinyal-sinyal dari otak selalu berbeda antara satu orang dengan lainnya meskipun mereka memikirkan hal yang sama. “Sinyal otak unik seperti halnya sidik jari,” katanya. 

Ia bekerja sama dengan mahasiswa kedokteran dan peneliti teknologi keamanan Paul Van Oorschrot di Ottawa untuk mewujudkan ide tersebut. Penelitiannya juga bertujuan mengembangkan alat bantu bagi para penderita paralisis untuk mengendalikan dan berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya. Para penderita paralisis kehilangan kemampuan menggerakaan tubuhnya karena otot-ototnya lumpuh sehingga satu-satunya harapan adalah memanfaatkan gelombang otaknya.

Untuk mengubah gelombang otak menjadi perintah komputer yang mengendalikan berbagai peralatan tentu sulit meskipun mungkin. Tapi, menggunakan perbedaan gelombang tersebut untuk menggantikan fungsi password jauh lebih mudah.

“Anda dapat menggunakan suara musik atau memori saat kanak-kanak sebagai password bahkan dengan menyodori gambar tertentu, seseorang dapat langsung mengingatnya,” kata Thorpe. Meskipun demikian, ia masih harus memastikan bahwa setiap orang dapat menghasilkan gelombang yang selalu tepat.

“Seringkali, tanpa disadari sebuah lagu yang Anda pikirkan mungkin akan mengganggu sinyal sebab banyak sekali proses di dalam otak manusia,” katanya. Selain itu, perangkat komputer untuk memeriksa gelombang otak yang ada saat ini belum terlalu praktis.

Electroencaphalogram (EEG) yang digunakan untuk mengukur sinyal-sinyal listrik di otak menggunakan banyak elektroda yang dipasang di kening sehingga untuk sekali pemeriksaan saja membutuhkan waktu lama. Selain itu, pengukuran dengan alat tersebut membutuhkan gel yang harus dioleskan ke kulit kepala agar elektroda tersebut dapat digunakan.

Inilah bentuk yang sedang diperbaiki Thorpe sehingga pengukuran gelombang otak dapat dilakukan dengan praktis. 


Add comment 30 September, 2007

Demi Sains, 60 Hari Di Atas Kasur

Dua puluh wanita rela menghabiskan hidupnya di atas tempat tidur selama dua bulan dengan posisi kaki lebih tinggi dari kepala. Hal tersebut dilakukan atas nama sains sebab hal tersebut dilakukan untuk menghasilkan efek tanpa berat untuk mempelajari kehidupan para astronot di luar angkasa.

Proyek penelitian ini dilakukan oleh European Space Agency (ESA) di Perancis. Para sukarelawan yang berasal dari Swiss, Skotlandia, Finlandia, dan Perancis harus melakukan seluruh aktifitas sehari-hari di atas tempat tidur, dengan posisi badan miring enam derajat.

ESA berharap bahwa hasil penelitian ini akan membantu para ilmuwan untuk mengantisipasi berbagai masalah kesehatan yang mungkin dialami para astronot yang dikirim ke tempat yang lebih jauh dan lebih lama.

Dibagi dalam tiga kelompok, mereka harus menjalani sekitar 180 pengujian dan selalu direkam dari berbagai sudut hingga berakhir pada 30 November. Salah satu kelompok diminta melakukan diet khusus, kelompok kedua diminta melakukan beberapa latihan otot, dan kelompok ketiga sebagai kelompok pengendali.

Selama 60 hari hidup di atas kasur dan ruangan yang terbatas, mereka diperbolehkan membaca buku, nonton televisi, mendengarkan musik, dan mengakses internet. Tapi, mereka dilarang bertatap muka kecuali dengan staf medis yang bertugas.        

Dokter-dokter yang bertugas memperkirakan adanya efek fisik akan terlihat pada muka yang membengkak, hidung tersumbat, nyeri, pegal, dan lemas seperti kehilangan tulang. Proses rehabilitasi selama tiga minggu akan dimulai minggu depan. Dengan demikian, secara keseluruhan mereka menjalani percobaan di pusat penelitian medis MEDES di Tolouse, Perancis selama 101 hari.

Para sukarelawan yang berumur antara 25 hingga 40 tahun seluruhnya berada pada kondisi tubuh yang prima. Untuk melakukan percobaan tersebut mereka dibayar 15.200 euro.

Salah satu sukarelawan, Stephanie Gacher (31), mengaku bangga dapat berpartisipasi dalam penelitian yang berhubungan dengan mimpinya saat kanak-kanak yaitu menjadi astronot.

Penelitian ini sendiri melibatkan sebanyak 21 ilmuwan dari 11 negara. Mereka berharap dapat melaporkan hasil penelitian ini tahun depan.


Add comment 30 September, 2007

Toilet Mutakhir, Membersihkan Sekaligus Menghangatkan

Ada saja cara memanjakan aktivitas seseorang di kamar mandi. Dengan toilet konvensional, seseorang harus jongkok dan membasuh sendiri tubuhnya selesai menunaikan hajatan. Syukur ada toilet duduk sehingga penggunanya nyaman sambil membaca buku atau majalah. Bahkan ia tidak perlu basah karena tersedia tisu.

Sayangnya bagi sebagian orang, membersihkan bagian tubuh dengan tisu serasa belum bersih. Untunglah selalu ada inovasi teknologi yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut, bahkan mungkin di atas harapan para penggunanya.

Scott Pinizzito memperkenalkan toilet berteknologi tinggi tersebut sambil tertawa karena ciptaannya dapat membersihkan sekaligus menghangatkan bagian belakang pemakainya. Namun, ia yakin bahwa produknya bernilai ekonomi sangat tinggi.

“Ini adalah bentuk evolusi baru dari toilet,” sebut Pinizzato pada Swash, dudukan toilet produksi Brondell Inc., perusahaan start up buatannya di San Fransisco. “Kami mencoba memberitahu masyarakat adanya cara yang lebih higienis dan nyaman di dalam kamar mandi,” lanjutnya.

Diperkenalkan sejak setahun yang lalu, Swash didesain untuk mengubah toilet biasa menjadi toilet berbentuk dudukan (bidet). Di bagian dalam terdapat pipa kecil yang menyemprotkan air hangat untuk membersihkan bagian belakang tubuh Anda usai memakainya. Tempat duduknya juga hangat bahkan beberapa model terbaik dilengkapi pengering dan remote control. Dengan demikian Anda tidak perlu menggunakan tisu lagi.   

Namun, untuk membuat seseorang nyaman di kamar mandi tidak murah. Sebab, Swash dijual dengan harga 429 hingga 549 dollar AS. “Meskipun demikain, penjualannya meningkat sekitar 50 persen setiap tiga bulan,” kata Pinizzotto yang juga menduduki jabatan kepala eksekutif di perusahaan tersebut. Meskipun bidet sudah biasa dipakai di Eropa dan sebagian wilayah Asia, toilet berteknologi tinggi belum begitu banyak digunakan di AS.

Untuk mengembangkan bisnis barunya, Brondell - yang diambil dari nama penemu toilet dengan klep pembilas pada abad 18 - menghabiskan dana investasi sebesar  1,3 juta dollar AS dari Mark Cuban, salah satu milyuner dotcom AS yang menjual Broadcast.com kepada Yahoo.com pada 1999.

Cuban yang juga pemilik tim bola basket Dallas Mavericks adalah salah satu rekan lama David Samuel, salah satu pendiri Brondell lainnya. Cuban ikut bergabung dengan Samuel saat bertemu pada Oktober dan mempelajari lebih lanjut tentang Swash.


Add comment 30 September, 2007

Laptop Harga Sejuta Siap Diproduksi

Setelah prototipnya dipamerkan pada ajang World Summit on the Information Society (WSIS) 2005 di Tunisia, laptop seharga 100 dollar AS atau sekitar 1 juta rupiah segera diproduksi. Produksi laptop yang dikembangkan oleh Nicholas Negreponte dari Laboratorium Media Massachusetts Institute of Technology akan dilakukan oleh salah satu perusahaan laptop Taiwan, Quanta Computer Inc..

Pemilihan tersebut diumumkan Selasa (13/12) setelah organisasi non profit One Laptop Per Child (OLPC) mempertimbangkan tawaran dari berbagai perusahaan produsen komputer. Dalam acara tersebut, Negroponte yang juga ketua OLPC menjawab keraguan berbagai pihak tentang rencana mewujudkan laptop murah untuk anak-anak. 

Quanta sendiri telah berdiri sejak 1988 dengan nilai penjualan di atas 10 milliar dollar AS. Perusahaan Taiwan itu memproduksi komputer pesanan Dell, HP, maupun IBM selain berbagai rangkaian produk elektronika seperti ponsel, LCD, TV, server, dan hardisk.

Atas pesanan OLPC yang menaungi program tersebut, Quanta siap mewujudkan laptop murah tersebut pada tengah tahun pertama 2006. Sebagaimana visi Negroponte, laptop akan memiliki kemampuan mengakses jaringan internet nirkabel dan berjalan di atas platform open source Linux. Di dalamnya juga terisi software pemroses kata, browser web, dan e-mail.

Laptop ini sendiri tidak ditujukan untuk kepentingan komersial dan ditujukan bagi anak-anak di negara berkembang untuk menjembatani kesenjangan digital. Mereka hanya akan melayani pemesanan laptop oleh pemerintah dan dalam jumlah besar. Produk pertama direncanakan akan siap dipasarkan pada kuartal keempat 2006.

Organisasi tersebut berharap memperoleh pemesanan awal sebanyak 5 juta hingga 15 juta unit. Uji coba distribusi laptop akan dimulai di China, India, Brazil, Argentina, Nigeria, dan Thailand dengan mengirimkan satu juta laptop ke masing-masing negara.


Add comment 30 September, 2007

Mengapa Monalisa Tersenyum ?

Sebuah komputer yang dipakai untuk mengartikan senyuman misterius Mona Lisa, menyatakan bahwa wanita dalam lukisan Leonardo da Vinci itu dalam kondisi bahagia. Alasan itulah mungkin yang membuatnya tersenyum.

Komputer milik Universitas Amsterdam yang dilengkapi software “pengenal emosi” menyimpulkan bahwa model lukisan itu menunjukkan keadaan 83 persen bahagia, 9 persen jijik, 6 persen takut, dan marah 2 persen.

Komputer mendapatkan kesimpulannya dengan mengukur bentuk-bentuk seperti lengkungan bibir dan kerutan di sekitar mata.

Program yang dikembangkan para peneliti Universitas Illinois ini membandingkan apa yang dilihatnya dengan database berbagai wajah manusia dengan patokan ekspresi netral. Penyimpangan terhadap ekspresi netral inilah yang dipakai sebagai pengukuran kondisi seseorng.

Lukisan terkenal

Disebut-sebut sebagai lukisan wajah paling terkenal sepanjang masa, Mona Lisa menyimpan ekspresi yang menimbulkan teka-teki bagi para pecinta seni sejal lima abad lalu.

Tahun 2003, ilmuwan dari Universitas Harvard mengatakan, cara mata manusia memproses informasi visual membuat senyum Mona Lisa hanya tampak ketika seseorang memandang bagian lain dalam lukisan.

Lukisan yang saat ini dipamerkan di Museum Louvre, Paris, diperkirakan dilukis oleh Leonardo da Vinci antara tahun 1503-1506.

Ia disebut juga sebagai “La Gioconda” berdasar nama modelnya, yang diperkirakan adalah istri Francesco del Giocondo, seorang pedagang dari Florentine. Dalam bahasa Italia, La Gioconda berarti juga wanita yang gembira.

Meski begitu, beberapa pengamat menyatakan bahwa Mona Lisa sesungguhnya adalah potret diri sang pelukis, Leonardo da Vinci, dalam bentuk wanita.


Add comment 30 September, 2007

Program Asuransi Untuk Laptop

Tidak hanya jiwa, rumah, atau mobil, laptop juga mulai diasuransikan. Untuk pertama kalinya, PT Asuransi Allianz Utama Indonesia membuka program asuransi untuk laptop bermerek Acer sejak ditandatangani perjanjian dengan PT Acer Indonesia, di Jakarta, Kamis (15/12).

Untuk sementara asuransi hanya melayani tipe Acer Aspire 1690, 5510, serta Travelmate 3000, 3210, 4600, 8100, dan C200. PT Acer Indonesia telah membayar seluruh premi laptop yang belum dijual ke pasaran.

Pembeli laptop tipe-tipe tersebut akan secara otomatis mendapat program asuransi tanpa tambahan biaya. Laptop bertipe sama yang sudah keluar ke pasaran juga dapat diasuransikan. Hanya saja berlaku untuk laptop yang berumur kurang dari tiga bulan sejak program dibuka dan dikenakan tambahan biaya 400 dollar AS.

Untuk mengaktifkan layanan asuransi, setiap pembeli harus menghubungi nomor hotline Acer dan memberitahukan nomor seri laptop yang dibeli. Asuransi hanya berlaku satu tahun sejak tanggal pembelian dan di seluruh Indonesia kecuali Aceh, Maluku, dan Papua.

Jadi di samping garansi teknis yang diberikan satu tahun, pengguna juga tak perlu khawatir jika laptopnya mengalami kerusakan atau hilang karena sebab tertentu. Resiko yang dijamin adalah kerusakan akibat bencana alam maupun pencurian dan perampokan.  

Baik Acer maupun Allianz belum merencanakan program asuransi untuk produk yang berumur lebih dari satu tahun maupun tipe lainnya. “Sementara memang berlaku untuk tipe premium tapi akan kita evaluasi untuk tipe lainnya setelah program berjalan dalam 6 bulan,” kata Jason Lim, Presiden Direktur PT Acer Indonesia.


Add comment 30 September, 2007

Manusia Datang ke Inggris Lebih Awal dari Perkiraan

Penelitian terbaru menyimpulkan bahwa manusia telah datang ke Inggris sekitar 700.000 tahun lalu, jauh lebih awal dari dugaan semula. Ini ditentukan berdasarkan temuan peralatan batu yang usianya sama.

Menggunakan teknik penentuan umur yang mutakhir, para ilmuwan menemukan bahwa peralatan batu yang digali dari Pakefield, Suffolk, berusia 200.000 tahun lebih tua dibanding penemuan yang dianggap tertua sebelumnya.

Sebelumnya telah diketahui bahwa manusia sudah tinggal di Eropa sebelah selatan sekitar 780.000 tahun lalu. Namun masih menjadi perdebatan kapan manusia menjejakkan kakinya ke utara, termasuk ke Inggris.

Adalah tim peneliti dari Inggris, Italia, dan Kanada yang menemukan 32 peralatan batu di wilayah kaya fosil di Pakefield. Mereka menyebutnya sebagai bukti tak terbantahkan tentang aktivitas manusia di Eropa utara pada waktu itu.

Salah satu anggota tim, Chris Stringer dari Departemen Paleontologi Museum Sejarah Alam, mengatakan penemuan bukti adanya aktivitas manusia di Inggris pada masa seawal itu sungguh mengejutkan. “Hingga saat ini saya seolah masih tidak percaya mereka sudah ada di sana pada jaman itu,” katanya.

Profesor Stringer mengungkapkan bahwa alat-alat batu itu merupakan hasil karya manusia dan bukan terbentuk karena erosi alam. “Ini bukan barang yang terbentuk karena tumbukan batu-batu di dasar sungai. Kami sangat yakin ini peralatan buatan manusia,” ujarnya.

Iklim yang lebih hangat

Para ilmuwan mengaku senang bahwa artefak tersebut berusia 700.000 tahun, karena ada beberapa bukti lain yang semua berkaitan dengan masa itu. Salah satunya adalah penemuan gigi dari sejenis tikus air yang hidup saat itu.

Profesor Anthony Stuart, dari University College London, mengatakan temuan tersebut memberi peran penting dalam menentukan usia lokasi. “Tikus air modern memiliki gigi geraham yang tumbuh terus dan tidak mempunyai akar. Leluhurnya, disebut Mimomys savini, memiliki gigi berakar yang tidak tumbuh,” katanya. Tidak seorang pun pernah menemukan bukti keberadaan manusia dalam hunungannya dengan tikus air purba ini sebelumnya.”

Sebelum penemuan ini, diyakini manusia baru tiba di Eropa utara sekitar 500.000 tahun lalu, berdasarkan temuan tulang dan gigi bersama beberapa peralatan batu di Boxgrove, Inggris selatan.

Sedangkan bukti awal kehadiran manusia di Eropa selatan telah berumur 800.000 tahun di sebuah situs di Spanyol dan Italia. Diperkirakan manusia belum bergerak ke utara karena mereka belum mampu beradaptsi dengan musim dingin yang lebih lama dan musim tumbuh yang pendek.

Namun demikian, dikatakan Profesor Stringer, sampel tanah dari Pakefield menunjukkan bahwa iklim di sana 700.000 tahun lalu serupa dengan iklim Mediterania sekarang.
 
“Kami mempelajari wilayah Pakefield dan menemukan bukti fantastis bahwa daerah itu dulunya lebih hangat sehingga orang-orang bisa bermukim di sana tanpa harus beradaptasi dahulu,” ujar Profesor Stringer. “Tempat itu juga memiliki tumbuhan dan hewan serupa yang bisa dieksploitasi.”

Hewan-hewan besar yang mungkin menjelajahi Eropa selama periode itu termasuk badak, rusa besar dari spesies Megaloceros dawkinsi, gajah bergading lurus (Palaeoloxodon antiquus), macan bertaring pedang, dan kuda nil.

Geografinya pun sangat berbeda dengan saat ini. Ketika itu Inggris terhubung dengan dataran Eropa, sehingga memungkinkan manusia menyeberang dengan mudah. Dataran di sana rendah dan tidak banyak bukit-bukit curam. Sungai-sungai yang amat besar menghiasi permukaannya dan mungkin dipakai sebagai jalur migrasi manusia.

Jenis yang mana?

Situs Pakefield berada di tepian Sungai Bytham, sungai terbesar di Inggris sebelum hancur karena terjangan gletser sekitar 450.000 tahun lalu.

Tempat itu menjadi lokasi ideal bagi manusia untuk hidup. Namun sampai kini belum diketahui spesies manusia apa yang pertama datang ke sana karena belum ada fosil yang ditemukan.

“Kami tidak tahu pasti spesies yang mana,” kata Profesor Stringer. “Tapi saya menduga mereka adalah bentuk awal Homo heidelbergensis atau Homo antecessor.”

H. heidelbergensis diketahui sudah muncul di eropa tengah sekitar 500.000 tahun lalu. Tulang belulangnya ditemukan pertama kali tahun 1907 dekat Heidelberg, Jerman, dan ditemukan juga di Prancis dan Yunani.

Sementara sisa-sisa hominid berusai 800.000 tahun yang dijumpai di Spanyol dan Italia digolongkan dalam spesies berbeda yakni Homo antecessor, walau masih diperdebatkan apakah mereka spesies yang berbeda dari H. heidelbergensis.


Add comment 30 September, 2007

Sulit Hamil, Peluang Memperoleh Anak Laki-laki Lebih Besar

Seorang wanita memiliki pengaruh dalam membentuk jenis kelamin keturunannya. Seorang wanita yang harus menunggu lama dan berjuang untuk hamil cenderung mendapat anak laki-laki daripada yang mudah memperoleh kehamilan, demikian hasil penelitian terbaru.

Dari 500 orang wanita yang hamil lebih dari setahun sejak pernikahannya, peneliti Belanda menemukan bahwa peluang mereka memperoleh anak laki-laki sebesar 58 persen. Tapi, di antara 4.800 wanita yang hamil dalam kurun waktu kurang dari setahun, kemungkinannya turun menjadi 51 persen.

Semakin terlambat, kecenderungan tersebut semakin naik. Para peneliti menghitung bahwa rata-rata peluang memperoleh anak laki-laki naik 4 persen setiap tahun masa keterlambatan ini. Naiknya kesempatan memperoleh anak bisa disebabkan berbagai faktor, misalnya rokok, alkohol, dan ketidakpastian siklus menstruasinya.

Ahli epidemiologi Luc Smits dari Maastricht University, Belanda yang memimpin penelitian ini yakin bahwa hal tersebut mendukung pendapat bahwa sperma yang membawa kromosom Y berenang lebih cepat daripada sperma yang membawa kromosom X. Selain itu, sperma Y lebih mudah menembus lendir yang dihasilkan di leher rahim.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kekentalan lendir di leher rahim setiap wanita bervariasi. Wanita yang memiliki kekentalan lendir pada leher rahim lebih tinggi, lebih sulit hamil.

Kualitas kawin

Penelitian ini menarik perhatian Valerie Grant dari University of Auckland, Selandia baru. Ia sedang meneliti pengaruh ibu dalam menentukan jenis kelamin keturunannya.

Tidak seperti manusia, kebanyakan hewan memiliki kemampuan mempengaruhi jenis kelamin keturunannya dengan cara mengatur kualitas kawinnya dan kondisi lingkungan saat kawin. Strategi serupa juga disarankan bagi para pasangan untuk memperbesar peluangnya memperoleh anak laki-laki atau perempuan.

Salah satu teori menyebutkan bahwa hewan-hewan yang berada pada posisi rantai makanan di bawah menghasilkan lebih banyak keturunan betina. Sebab, melahirkan dan mengasuh keturunan jantan lebih membuang energi. Memiliki keturunan betina pada kondisi terancam mungkin lebih menguntungkan meskipun pada hewan-hewan yang melakukan poligami, hewan jantan berpeluang lebih besar dalam menghasilkan keturunan daripada betina.

Berusaha menghasilkan jantan 

Meskipun demikian, Grant tidak setuju dengan penjelasan Smits bahwa peluang memperoleh anak laki-laki niak karena sperma Y memiliki kemampuan lebih baik menembus lendir di leher rahim. Menurutnya, kualitas lendir yang buruk biasanya dipengaruhi masalah hormon yang menyebabkan naiknya peluang keguguran. Dalam penelitiannya, ia menunjukkan bahwa faktor penentu jenis kelamin anak dipengaruhi oleh ibu, bukannya bapak sebagaimana diyakini para ahli biologi evolusi.

Janin jantan diketahui memiliki tingkat kematian yang lebih besar pada masa kehamilan, kata Grant. Jadi, untuk memastikan keturunan jantan saat kondisi tertekan, seorang ibu mungkin meningkatkan rasio memperoleh anak laki-laki. “Penelitian baru ini menunjukkan bahwa perjuangan memperoleh keturunan laki-laki mungkin butuh usaha yang lebih besar, termasuk beberapa syarat-syarat yang harus dipenuhi wanita sejak awal,” katanya.


Add comment 30 September, 2007

Temuan Baru Munculkan Gagasan Berbeda Tentang Dinosaurus

Pohon keluarga dinosaurus sepertinya harus disusun ulang setelah ditemukannya beberapa jenis hewan purba itu yang bisa meningkatkan laju pertumbuhan tubuhnya.

Hingga saat ini, kebanyakan dinosaurus diperkirakan berdarah panas, dengan laju pertumbuhan tubuh stabil dan tidak terlalu terpengaruh faktor lingkungan seperti makanan.

Namun suatu penelitian yang dimuat dalam majalah Science, menunjukkan setidaknya ada satu jenis dinosaurus yang muncul dalam bentuk besar dan kecil. Ini menimbulkan pertanyaan benarkah dinosaurus diturunkan oleh nenek moyang yang berdarah panas?

Pertanyaan muncul karena hanya hewan-hewan berdarah dinginlah yang lazimnya bisa memiliki variasi ukuran tubuh bergantung banyak sedikitnya makanan.

Adalah palaeontolog Martin Sander dan Nicole Klein dari Universitas Bonn, Jerman, yang mempelajari tulang belulang beberapa spesimen prosauropod dari spesies Plateosaurus engelhardti.

Dino pemakan tumbuhan ini hidup sekitar 200 juta tahun lalu di sekitar Eropa tengah. Ia adalah salah satu dinosaurus besar yang pertama, dengan tubuh seperti gajah, serta leher dan ekor panjang. 

Cincin pertumbuhan

Pertumbuhan tulang dinosaurus ditandai dengan bentuk seperti cincin-cincin - seperti halnya cincin pertumbuhan pohon - yang memberi petunjuk seberapa cepat hewan itu tumbuh.

Berdasarkan struktur tulangnya, para peneliti bisa juga mengetahui pada umur berapa mereka berhenti tumbuh. Dari sinilah ditemukan bahwa beberapa Plateosaurus mencapai ukuran tubuh maksimum saat berusia 12 tahun, sedangkan rekannya yang lain masih bisa tumbuh hingga usia 27 tahun.

Spesimen terkecil Plateosaurus diketahui panjangnya hanya 4,8 meter ketika mencapai puncak pertumbuhan, sedangkan ada kerabatnya yang mencapai panjang 10 meter. Ini menjadi hal yang aneh bila hewan itu berdarah panas.

Variasi dalam laju pertumbuhan dan ukuran setelah dewasa tersebut tidak ditemukan pada dinosaurus lain sejauh ini, seperti pada Tyrannosaurus misalnya.

Nenek moyang yang berbeda

Laporan di Science ini juga memunculkan kebimbangan lain mengenai bagaimana dinosaurus mengatur suhu tubuhnya. Kebanyakan peneliti yakin dinosaurus adalah hewan berdarah panas, dan seperti telah disebut, tumbuh bertahap sesuai dengan cetak biru genetisnya. Mereka tidak seperti buaya yang mengandalkan kehangatan pada lingkungan dan tumbuh sesuai dengan jumlah makanannya.
 
Di sini Plateosaurus seolah berada di tengah-tengah, antara reptil berdarah dingin dengan burung dan mamalia berdarah panas. Ia mirip buaya dalam hal pertumbuhan tubuh yang tergantung lingkungan. tapi kecenderungan itu tidak atau belum ditemukan pada spesimen lain.

Lalu tergolong apakah Plateosaurus ini? Berdarah panas seperti dinosaurus lain, atau berbeda?

Menurut Martin Sander, penjelasan paling mungkin adalah bahwa hewan-hewan berdarah panas berevolusi beberapa kali dalam sejarah dinosaurus, dan jenis seperti Plateosaurus tidak diturunkan dari nenek moyang yang sama.

Entah mana yang benar, misteri mengenai dinosaurus sepertinya memang masih jauh untuk bisa diungkapkan dengan benar.


Add comment 30 September, 2007

Wahana yang Hilang Terlihat di Mars

Para ilmuwan di balik misi Beagle 2 milik Inggris yang diluncurkan ke Planet Merah mengatakan wahana yang hilang tersebut sepertinya telah ditemukan di permukaan Mars.

Berkomentar mengenai foto-foto yang mungkin merupakan wahana Beagle 2, peneliti Colin Pillinger mengatakan foto tersebut menunjukkan bahwa misi sebenarnya nyaris berhasil, hanya saja wahana tidak bisa menghubungi Bumi.

Menurutnya, wahana mungkin menghantam permukaan planet terlalu keras karena atmosfer di lokasi pendaratan lebih tipis dari biasanya, akibat munculnya badai debu. Hal ini sepertinya merusakkan instrumen wahana, sehingga menghalanginya berhubungan dengan Bumi.

Beagle 2 sendiri hilang saat berusaha mendarat di Mars pada hari Natal dua tahun lalu. Sejak itu para peneliti berusaha mencarinya menggunakan wahana-wahana yang mengorbit Planet Merah.

Nah, salah satu foto yang diambil oleh wahana Mars Global Surveyor milik NASA memperlihatkan bentuk-bentuk serupa robot pendarat. Bentuk-bentuk itu berada dalam sebuah kawah dekat dengan lokasi pendaratan yang direncanakan.

Pencari kehidupan

Adapun robot Beagle dirancang untuk mencari jejak-jejak kehidupan di Mars, masa lalu dan sekarang. Sayang, sang pencari kehidupan itu justru harus dicari setelah ia hilang dalam pendaratan. Kontak terakhir dengannya berupa foto Beagle yang diambil dari wahana induknya Mars Express tanggal 19 Desember 2003.

Pendarat seharga 45 juta poundsterling itu dijadwalkan terjun ke wilayah dekat ekuator planet yang dikenal sebagai Isidis Planitia. Namun ia hilang dan usaha mencarinya menggunakan wahana pengorbit maupun teleskop Bumi gagal menemukannya.

Foto yang kini memperlihatkan bentuk serupa Beagle dan kantong-kantong pendaratnya pun sesungguhnya masih diragukan. Profesor Pillinger juga paham bila banyak orang mengatakan Beagle terlalu kecil untuk bisa dilihat dari angkasa, sehingga foto-foto itu mungkin salah.

Hal yang membuatnya sedikit yakin adalah kenampakan bentuk-bentuk tidak lazim dalam jarak hanya sekitar 20 meter satu sama lain. “Banyak orang yag mengatakan bentuk-bentuk seperti itu sering terlihat dan ternyata merupakan fenomena alam. Namun kami masih memiliki harapan itu adalah Beagle,” katanya.

Memantul di kawah

Berdasarkan bentuk-bentuk yang dijumpai di kawah, anggota tim Beagle 2 merekonstruksikan apa yang kira-kira terjadi pada wahana ketika ia menyentuh permukana Planet Merah.

“Banyak tanda-tanda gangguan di kawah, khususnya ada jejak besar di sebelah utara dinding kawah yang mungkin merupakan titik tumbukan utama,” kata Profesor Pillinger.

“Ada juga bentuk-bentuk lain di sekitar kawah yang mirip dengan bekas pantulan kantong udara yang kemudian jatuh ke bagian tengah kawah. Kantong itu seakan-akan terbuka lalu membentuk tiga segitiga yang simetri.”

Sedangkan bentuk lingkaran kasar di sebelah kanan kantong udara bisa jadi merupakan panel surya Beagle yang belum terbuka.

Meski begitu, guna memastikan itu Beagle atau bukan, harus dilakukan pemotretan lebih detail di sana. Dan salah satu wahana yang dianggap paling mampu melakukannya adalah Mars Reconnaissance Orbiter milik NASAyang baru akan tiba di sana tahun depan. Jadi kita tunggu saja.


Add comment 30 September, 2007

Dell Tarik Baterai Laptop Bermasalah

Perusahaan komputer Dell bersama Komisi Keamanan Produk konsumen AS mengeluarkan pengumuman untuk menarik sekitar 35.000 baterai notebook yang berpotensi menimbulkan resiko kebakaran. Sekitar 22.000 baterai jenis itu telah terjual di AS.

Tidak ada kecelakaan yang dilaporkan berkenaan dengan baterai cacat ini, namun Dell telah mendapat sedikitnya tiga laporan mengenai panas berlebih yang ditimbulkan baterai tersebut. Karena baterai panas berpotensi menimbulkan kebakaran, maka Dell akan menggantinya secara cuma-cuma.

Penarikan itu dilakukan terhadap beberapa model notebook Dell yang dijual antara 5 Oktober 2004 hingga 13 Oktober 2005. Konsumen yang membeli model-model tersebut disarankan untuk mengunjungi situs Dell guna mendapatkan informasi mengenai laptopnya.

Adapun mereka yang disarankan untuk mengganti baterai adalah pemilik Dell Latitude D410, D505, D510, D600, D610, D800, dan D810; Inspiron  510M, 600M, 6000, 8600, 9200, dan 9300; notebook XPS Generation 2; serta workstation mobile Precision M20 dan M70.

Untuk memastikan apakah baterainya termasuk yang berpotensi menimbulkan panas berlebih, pengguna sebaiknya melihat nomor identifikasi di bagian belakang baterai dan mencocokkan dengan yang ada dalam situs Dell.


Add comment 30 September, 2007

Bagian Otak Penentu Sensasi Kelezatan

Para peneliti di University of Michigan telah menemukan titik penentu sensasi kelezatan di otak seekor tikus. Temuan ini mungkin dapat menjelaskan bagaimana cita rasa makanan diterjemahkan di otak sebagai sebuah kenikmatan.

Bagian tertentu di otak tikus merespon rasa manis lebih besar daripada rasa lainnya, demikian temuan Susana Pecina dan Kent Berridge dalam penelitiannya. Kedua peneliti menjelaskan hal tersebut dalam Journal of Neuroscience edisi 14 Desember.

Mereka menggunakan makanan berasa manis untuk melihat gambaran kesenangan di otak. Sistem syaraf otak menerjemahkannya ke dalam sensasi yang kemudian mendorong reaksi tubuh. Dari penelitian ini ditemukan bahwa titik kesenangan terdapat pada bagian otak yang mengatur selera atau keinginan yaitu di nucleus accumbens, yang terletak di depan bagian bawah.

Sebelumnya para ilmuwan telah mengetahui bahwa bagian tersebut mengatur selera dan rasa senang. Tapi, sampai sekarang perbedaan fungisnya belum diketahui. “Dalam percobaan ini, fungsi otak juga menyatu dan tidak dapat dipilah-pilah,” kata Berridge. Tapi, lanjut Berridge, fungsinya dalam otak manusia seharusnya dapat dipilah-pilah.

Dalam percobaan tersebut, Pecina dan Berridge menyuntikkan sejenis heroin ke otak tikus untuk merangsang efek opioid. Neuron-neuron yang terkena zat tersebut akan mengaktifkan gen yang mulai memproduksi protein tertentu.

Setelah injeksi, tikus terlihat makan lebih banyak. Dengan teknik pemetaan khusus, para peneliti mengetahui bagian otak mana yang diaktifkan oleh zat tersebut. Titik kesenangan di otak ternyata hanya sebagian kecil dari bagian yang mengatur selera atau keinginan itu.

Menurut Berridge, hasil penelitian ini mungkin dapat dipakai untuk mengembangkan obat bagi penderita yang memiliki masalah dengan nafsu makan. Meskipun hanya membuktikan untuk makanan berasa manis dalam penelitian ini, Berridge yakin pengaruhnya juga sama pada makanan lain yang berasa lezat.


Add comment 30 September, 2007

Melacak Jejak Migrasi Ikan dengan Chip

Chip yang ditanam pada ribuan salmon, tuna, dan jenis ikan lainnya digunakan untuk melacak jejak migrasi ikan di Laut Pasifik. Gelombang radio yang dipancarkan dari alat tersebut menunjukkan jalur migrasi ikan-ikan yang dapat dijadikan dasar merencanakan pemulihan stok ikan yang semakin berkurang.

Alat elektronika berukuran  sekitar 2 centimeter yang ditanam dalam tubuh ikan mampu mengirimkan pesan ke pelacak di dasar laut yang kemudian dikirimkan ke satelit. Terobosan ini bertujuan jangka panjang untuk menguak perilaku ikan di samudera, demikian disampaikan para peneliti dalam Sensus Kehidupan Lautan COML yang diikuti 73 negara.

Berdasarkan data rekaman satelit, salah satu ikan tuna bersirip biru mengarungi Pasifik tiga kali, berenang sejauh 40 ribu kilometer dalam 600 hari. Hal tersebut menunjukkan bahwa stok tuna di Jepang dan Amerika berasal dari lokasi yang sama.

Para ahli kelautan juga menemukan 78 spesies ikan baru selama 2005 dan sejumlah makhluk laut lainnya dari ubur-ubur roket berukuran 3 meter di laut Arktik hingga karnivora kecil di Atlantik Selatan.

“Penelitian kami menunjukkan bahwa laut lebih kompleks daripada yang terpikirkan,” kata Fred Grassle, ketua steering committee COML. Sensus tersebut bertujuan mendokumentasikan sumber daya lautan sebagai salah satu usaha konservasi.

Melacak salmon

Di tempat berbeda, sekitar 2.700 ikan salmon di Amerika Utara juga ditanami chip sebesar ujung jari untuk dilacak ke mana gerombolan ikan tersebut bergerak setelah keluar dari sungai tempat berkembang biak. “Keberadaan salmon telah menurun drastis dan temuan ini akan membantu kami menjelaskan alasannya,” kata David Welch, kepala ilmuwan dalam proyek yang mencakup dari Washington hingga Alaska.

Salmon umumnya menghuni wilayah landas kontinen. Ikan yang berkembang biak dari sungai yang sama, seringkali melalui rute yang sama pula. Kelak, para nelayan dilarang memasang jaringnya di daerah-daerah yang diketahui sebagai jalur salmon yang terancam bahaya. 

Sensus lautan dunia

Selain salmon, sekitar 1.838 hewan laut lainnya seperti hiu, kura-kura, tuna, singa laut, dan burung juga ditanami chip yang melaporkan pergerakanya. Jumlahnya dua kali lipat dari hewan yang telah dipasangi alat pada 2004.

“Sistem pelacak seperti ini juga akan dipasang di seluruh bagian dunia,” kata Ron O-Dor, kepala peneliti COML. Salah satu rencana adalah memantau belut dan tuna di dasar lautan yang berenang ke Mediterania atau melacak salmon di Eropa.

COML yang berlangsung 10 tahun hingga 2010 melibatkan 1.700 ilmuwan. Spesies terbesar yang ditemukan pada 2005 adalah ubur-ubur roket bernama Physconect siphonophore.

Penemuan 78 spesies ikan baru dari dasar Laut Arktik ke Hindia meningkatkan jumlah spesies yang didokumentasikan sehingga jumlahnya sekarang menjadi 15.717 spesies. Secara keseluruhan, COML telah mendokumentasikan sekitar 40 ribu jenis spesies.

Dalam penelitiannya lainnya, para ilmuwan juga menemukan zona kematian besar-besaran di dekat pusat gempa tsunami yang melanda Sumatera setahun lalu. COML menyatakan, hilangnya sejumlah besar makhluk hidup yang menghuni dasar laut sekitar Sumatera belum pernah terjadi sebelumnya dalam 25 tahun survai dilakukan. 


Add comment 30 September, 2007

Tas Wanita Pemberi Tenaga Peranti Elektronik

Joe Hynek mungkin akan dicemooh bila berkutat dengan tas wanita, namun ia melakukannya atas nama ilmu pengetahuan: Ia telah merancang tas tangan tenaga Matahari yang dapat dipakai untuk memberi tenaga pada peranti-peranti elektronik kecil seperti ponsel.

Hynek, 27, seorang mahasiswa doktoral teknik mesin di Iowa State University, merancang Solarjo Power Purse dalam kompetisi tas tangan di kelas perancangan garmen eksperimental.
 
Tas kotak berwarna hitam yang dirancangnya itu dilapisi panel-panel surya menyerupai film tipis yang dipisahkan garis-garis putih. Sedangkan pegangannya terbuat dari plastik tembus pandang.

Tas cantik ini dirancang untuk mengumpulkan tenaga Matahari lalu menyalurkannya ke berbagai peranti kecil yang memiliki port USB, termasuk ponsel, PDA (personal digital assistant), iPod, kamera kecil, alat perekam, dan lainnya.

Mark Bryden, profesor teknik mesin di Iowa State, memperkirakan gagasan ini akan merambah ke barang-barang lain. Sudah ada pula tas punggung yang mampu mengubah energi Matahari menjadi tenaga baterai.

Hynek sendiri ingin memasarkan tas rancangannya bagi konsumen yang peduli lingkungan. Walau bahan-bahannya berharga mahal, tapi Hynek berharap bisa menjual tasnya dengan harga di bawah 300 dollar AS. “Saya tidak ingin menjadikannya barang elit,” katanya.


Add comment 30 September, 2007

Jangan Asal Memakai Baju Terbuka

Mengikuti tren mode terbaru boleh saja, tapi kesehatan juga perlu diperhatikan. Baju yang terbuka di bagian pusar dan sekitar rongga dada atau punggung dapat merugikan kesehatan, begitulah peringatan para peneliti yang dirilis baru-baru ini.

Jika panas tubuh terlalu rendah, seseorang akan beresiko lebih besar terkena penyakit dan infeksi. Keluar di suatu malam yang sangat dingin menggunakan baju yang terbuka dapat menyebabkan hipotermia.

Seorang jurubicara dari Burnley, Pendle, and Rosendale Primary Care Trust (PCT) yang mengangkat masalah ini menolak jika kampanye yang dilakukannya adalah upaya membatasi kebebasan. “Kami tahu bahwa tren busana mendikte apa yang seharusnya dipakai orang, sementara terdapat bukti nyata bahwa jika tubuh kedinginan, potensi terkena sakit flu atau infeksi kuman semakin besar,” kata Catriona Logan, direktur layanan PCT.

Yang menjadi tren sekarang memang busana yang terbuka di bagian perut atau punggung. Pakaian tersebut memang cocok dipakai di dalam ruangan atau di daerah-daerah yang panas, tapi tidak untuk malam hari yang dingin atau ruangan ber-AC. Kecuali jika mereka memakainya di ruangan yang hangat.

Sedangkan pakaian musim panas, lanjut Catriona, cocok dipakai di dalam ruangan, namun ia menyarankan untuk melapisinya dengan pakaian yang lebih hangat saat keluar ruangan. Sayangnya belum banyak wanita yang menghiraukan hal tersebut.

Saran serupa juga berlaku untuk para pria. Mungkin T-shirt cocok dipakai di dalam ruangan tapi jika keluar, sebaiknya mereka memakai jaket.

“Awalnya kami menyampaikan saran in untuk para orang tua, tapi para remaja juga sebab sama-sama beresiko,” tambah Maggi Moris, direktur kesehatan masyarakat di Preston PCT. Jika tubuh terlalu terbuka, lanjut Morris, ditambah minuman alkohol, suhu tubuh akan menurun dan Anda beresiko terkena hipotermia.

Tubuh hanya perlu turun hingga suhu 35 derajat Celcius dari suhu normal 36 hingga 37 derajat Celcius untuk beresiko terkena berbagai serangan penyakit. Jika terlalu lama, tubuh bisa membeku dan pada puncaknya dapat memutus pembuluh-pembuluh darah kapiler.

Menurutnya, mungkin tidak masuk akal jika menyarankan wanita dan remaja putri selalu mengenakan jaket. Jadi, untuk menggantikannya bisa digunakan shrug yang menutupi bahu atau mantel, yang juga menjadi tren sekarang. Ia juga menyarankan agar mereka tidak berjalan kaki sepulang dari kegiatan di malam hari.

Sebelumnya, para peneliti di Pusat Penelitian Flu di Cardiff University mempublikasikan salah satu penelitian yang menunjukkan bahwa orang akan mudah terserang flu jika suhu tubuhnya menurun. Setengah dari 180 sukarelawan yang diteliti diminta mencelupkan kakinya ke air es selama 20 menit. Dari sana diketahui sekitar 29 persen terkena flu dalam 5 hari setelah percobaan. Sedangkan kelompok pengendali yang tidak melakukan hal tersebut, hanya 9 persen yang terserang flu.

Tentu saja, yang langsung merasakan pengaruhnya adalah yang memakai pakaian. Tapi, paling tidak, saran ini mengingatkan bahwa mengikuti tren juga harus dilakukan dengan akal sehat dan kecerdasan.


Add comment 30 September, 2007

Bulan dan Cincin Baru Ditemukan di Uranus

Foto-foto terbaru dari Teleskop Ruang Angkasa Hubble memperlihatkan bahwa Planet Uranus memiliki lebih banyak bulan dan cincin dari dugaan sebelumnya.

Hubble menemukan setidaknya dua bulan tambahan dan dua cincin redup yang belum pernah terlihat. Kedua bulan baru yang disebut Mab dan Cupid ini membuat keseluruhan satelit Uranus menjadi 27 buah.

Astronom Mark Showalter dari SETI Institute dan rekan-rekannya sebenarnya tidak mencari bulan dan cincin baru ketika mengajukan proposal untuk meneliti Uranus menggunakan teleskop Hubble. Mereka tadinya berencana mempelajari 11 cincin yang sudah diketahui dan bulan-bulan yang ada di sana.

Ketika mereka melihat bulan-bulan baru tersebut, para peneliti mempelajari kembali foto-foto yang diambil wahana ruang angkasa Voyager 2 ketika melintas di Uranus tahun 1986. Kedua bulan ini ternyata tampak pula di foto, tapi tidak seorangpun menyadarinya waktu itu.

“Artinya temuan ini dilakukan oleh Hubble,” kata Sholwater.

Foto-foto Hubble memperlihatkan juga keberadaan bulan lain, Perdita, yang pertama kali diidentifikasi oleh Voyager 2 namun setelah itu tidak pernah terlihat lagi oleh teleskop.

Kebanyakan bulan Uranus dinamai berdasarkan nama-nama karakter karangan Shakespeare, dan kedua bulan baru ini mengikutinya. Mab adalah nama Ratu Mab yang menjadi subyek pidato terkenal dari tokoh Mercutio di lakon “Romeo dan Juliet.”

Cupid dikenal luas sebagai dewa cinta Romawi, namun juga muncul sebagai karakter dalam drama “Timon of Athens.” Sedangkan nama Perdita diambil dari drama “A Winter’s Tale.” Ketiga bulan di atas berukuran sangat kecil. Perdita, yang terbesar, berdiameter hanya sekitar 25,6 kilometer.

Bulan-bulan itu mengorbit di wilayah yang sama dengan cincin-cincin yang baru ditemukan - yakni di luar sistem cincin yang telah diketahui, namun lebih dekat ke planet dibanding kelima bulan-bulan terbesarnya.

Adapun wilayah di mana bulan-bulan dan cincin-cincin baru ini berada, ternyata merupakan tempat yang menarik untuk diteliti, karena orbit di sana tidak beraturan. Sistem ini sangat tidak stabil sehingga Showalter meramalkan bulan-bulan itu akan bertabrakan satu sama lain suatau hari, meski mungkin tidak dalam waktu dekat.


Add comment 30 September, 2007

Hadiah Natal untuk Penghuni Luar Angkasa

Hadiah Natal tahun ini tak hanya dinikmati para penghuni Bumi. Dua orang penghuni Stasiun Antariksa Internasional (ISS) telah menerimanya sehari sebelum Natal. Kosmonot Rusia Valery Tokarev dan astronot AS William Mc Arthur yang sedang bertugas di sana mendapat kiriman makanan, air, buku, DVD, berbagai peralatan ilmiah, selain cokelat, topi warna merah khas Natal, dan hadiah lain dari keluarganya.

Namun tugas Santa Klaus untuk mengirim hadiah ke stasiun antariksa yang berjarak sekitar 350 kilometer dari Bumi digantikan oleh Progress M-55. Wahana pengangkut tanpa awak tersebut melesat dari kosmodrom Baikonur, Kazakhstan, Rabu (20/12), pukul 13.38 waktu setempat atau Kamis (21/12), pukul 01.38 WIB.

Wahana sepanjang 7,32 meter itu didorong roket Soyuz-U dalam tiga tahapan. Setelah memasuki orbit sekitar 9 jam berikutnya dan melakukan berbagai manuver, akhirnya wahana pembawa logistik ini berhasil merapat dengan ISS, Sabtu (24/12), pukul 2.54 WIB.   

Pesawat ruang angkasa tanpa awak buatan Rusia itu merupakan wahana ke-20 yang mengirimkan perbekalan bagi awak ISS sampai sekarang.  Total perbekalan yang diangkut Progress adalah 2,5 ton, termasuk 82 kilogram oksigen dan udara serta 200 kilogram air. Sebagian besarnya adalah suku cadang, peralatan, dan bahan bakar roket pendorong untuk keluar dari orbit Bumi.

Ala Rusia

Hadiah Natal yang melengkapi kiriman logistik kali ini merupakan permintaan kedua awak ISS yang disampaikan melalui hubungan video dengan stasiun Bumi. Kali ini, mereka akan merayakan Natal di sana dengan gaya Rusia.

“Untuk Thanksgiving kami telah melakukannya dengan menu ala AS, maka kami memilih akan makan menu tradisional Rusia nanti,” kata Mc Arthur. Menu yang dimaksud adalah borscht, sekaleng daging sapi dihiasi sayuran, roti berwarna gelap ala Rusia, sarden, dan bermacam-macam jenis sayuran dan teh. Jagung, yang khas AS, juga tetap tersedia. Sedangkan untuk makanan penutup tersedia apel dan aprikot.

Pada hari Natal, mereka juga mendapat jatah libur. “Kami akan memanfaatkan waktu luang ini sebaik-baiknya dan melihat-lihat ke luar sambil menikmati betapa indahnya Bumi dari sini,” lanjut Mc. Arthur.

Komunikasi antara stasiun antariksa dan Bumi sangat baik. Bahkan keduanya dapat melakukan hubungan melalui jalur komunikasi digital dengan siapa saja di Bumi. NASA juga menghadiahi sambungan video khusus antara mereka berdua dengan keluarganya. 

Selain ikut merayakan Natal kali ini, mereka juga akan merayakan Natal Kristen Ortodoks Rusia yang jatuh 7 Januari 2006. ”Kami akan mengamati perayaan Natal di Eropa dan Amerika, tahun baru, dan Natal Kristen Ortodoks di Rusia,” lanjut Arthur.

Pada tahun baru nanti, tepat tiga bulan keduanya berada di luar angkasa dari periode tugas selama enam bulan. Tugas keduanya di luar angkasa akan berakhir 1 April 2006.


Add comment 30 September, 2007

Mainkan Musik Tiup Bantu Atasi Gangguan Tidur

Latihan rutin sebuah didgeridoo, alat musik tiup bangsa Aborigin di Australia, dapat mengurangi masalah gangguan tidur, demikian hasil penelitian terbaru. Latihan  menyanyi  juga memiliki manfaat yang sama.   

Sebagaimana dilaporkan British Medical Journal, para peneliti Swiss menemukan bahwa latihan rutin meniup instrumen tersebut selama 25 menit setiap hari akan mengatasi serangan apnoea.

Penderita apnoea tidak akan dapat menikmati tidur dengan nyaman. Penderitanya seringkali terjaga secara tiba-tiba dari tidurnya karena tidak dapat bernapas. Hal tersebut adalah akibat tertutupnya lubang tenggorokan oleh jaringan lunak di bagian pangkal tenggorokan. Jenis gangguan semacam ini sering dikenal dengan sebutan obstructive sleep apnea (OSA). 

Sekitar lima persen penduduk dunia terkena kelainan tersebut. Nasihat yang sering diberikan dokter adalah mengurangi berat badan untuk mengurangi tekanan jaringan tubuh terhadap aliran napas.

Namun, tim peneliti dari RS Zuercher Hoehenklinik Wald memilih untuk meneliti pengaruh latihan alat musik tiup asli Aborigin bagi pasien. Sebelumnya terdapat laporan bahwa kegiatan tersebut dapat mengatasi masalah gangguan tidur.

Oleh karena itu, mereka meneliti 25 orang yang memiliki gangguan apnoea dan membaginya menjadi dua kelompok. Salah satunya diberikan latihan rutin selama empat bulan sedangkan kelompok lainnya dimasukkan ke dalam daftar tunggu. Pasien yang memperoleh latihan dilaporkan merasa lebih nyaman tidur, sedangkan yang belum masih terus teganggu.

Ketua peneliti Otto Braendli menyatakan, percobaan yang lebih besar diperlukan untuk memastikan kebenaran temuan ini. Namun, ia yakin tanda-tanda ke arah tersebut sudah tampak di depan mata.

“Hasil penelitian kami untuk pertama kalinya menunjukkan bahwa latihan pernapas bagian atas memperbaiki kualitas napas secara signifikan,” katanya. Sebab, latihan tersebut akan memperkuat dinding pernafasan.

Ahli penyakit gangguan tidur dari University of Surrey  mendukung pendapat tersebut. “Melatih jalan napas dengan cara seperti itu diketahui dapat membantu para penderita gangguan tidur,” kata Neil Stanley. “Seseorang yang melakukan latihan menyanyi juga memperoleh manfaat yang sama,” katanya. Meskipun demikian, setiap dokter seharusnya tetap menyarankan orang untuk menurunkan berat badannya yang berlebihan.


Add comment 30 September, 2007

Alkohol Menghancurkan Tulang

Kerusakan tulang adalah salah satu akibat yang sering diderita para peminum berat. Baru-baru ini, para peneliti memastikan bagaimana cara alkohol menghancurkan tulang.

Dalam ulasannya tentang penelitian sel, hewan, dan manusia, Dr Dennis A. Chakkakal dari Omaha VA Medical Centre di Nebraska menggambarkan dampak alkohol. Alkohol telah lama disadarai dampaknya terhadap kesehatan hati, namun belum banyak yang menyadari pengaruhnya terhadap tulang.

Terlalu banyak alkohol ternyata juga menyebabkan kerusakan tulang, meningkatkan risiko patah, dan memperlambat pemulihan tulang yang retak. Menurutnya, alkohol yang berlebih menghambat pembentukan tulang baru. Chakkakal melaporkan hasil penelitiannya itu dalam jurnal Alcoholism: Clinical and Experimental Research edisi Desember.

Selama hidup, tulang menjalani proses pemodelan ulang di mana sel-sel yang disebut osteoklas merusak sebagian kecil bagian tulang yang tua dan sel-sel yang disebut osteoblast membentuk tulang baru. Pada orang yang sehat, proses ini berjalan seimbang sehingga massa tulang dapat dipertahankan.

Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa meminum alkohol dalam jumlah terbatas justru akan membantu mempertahankan massa tulang. Mungkin karena sedikit alkohol memang akan membantu pembentukan tulang baru.

Tapi, terlalu banyak alkohol menimbulkan dampak sebaliknya karena justru  mendorong penipisan tulang dan keretakan. Alkohol yang terlalu berlebih di tubuh akan menghambat osteoblast menjalankan perannya.

Menurut Chakkakal, seorang peminum berat mungkin akan kehilangan massa tulangnya dengan cepat dalam beberapa tahun. Meskipun hubungannya terlihat jelas, ambang batas alkohol yang membahayakan tubuh belum dapat dipastikan.

Dalam penelitian ini peminum berat didefinisikan sebagai orang yang minum alkohol enam atau lebih sehari. Sayang, tidak dijelaskan lebih lanjut berapa takaran dan persen kandungan alkoholnya. Tapi, dalam penelitian tersebut orang yang minum alkohol sedikitnya tiga kali sehari juga berisiko mengalami kerusakan tulang.

Oleh karena itu, Dr. Terrence M. Donohue Jr. yang juga dari Omaha VA Medical Center menganjurkan kepada orang yang mengalami patah tulang atau retak untuk menghindari alkohol selama proses penyembuhan.


2 comments 30 September, 2007

Saingi GPS, Satelit Galileo Diluncurkan

Jika program Galileo yang dicanangkan Uni Eropa (UE) berhasil, teknologi navigasi satelit yang didominasi global positioning systems (GPS) buatan AS akan mendapat saingan. Proyek senilai 4,3 miliar dollar AS itu rencananya melibatkan 30 satelit untuk mengurangi ketergantungan negara-negara Eropa terhadap sistem GPS yang dikendalikan militer AS.  

Dengan satelit sebanyak itu, Galileo mampu melayani cakupan lebih dari dua kali lipat yang dijangkau satelit GPS. Dengan demikian, sistem navigasi yang akan digelar dapat digunakan oleh para pengendara di darat, pelaut, maupun pembuat peta. Selain itu, Galileo juga diharapkan dapat diperluas untuk mencakup daerah dataran tinggi seperti di Eropa bagian utara.

Proyek ini memang ambisius. “Kami berusaha melakukan ketepatan pengukuran hingga satu meter melalui layanan yang disediakan Galileo,” kata Javier Benedicto, manajer proyek Galileo. Bahkan dengan tiga sinyal, lanjut Javier, kami akan mengakses hingga ketepatan centimeter. Dengan kemampuan ini, setiap orang dapat menggelar layanan yang lebih leluasa.

Uji coba

Satelit pertama yang akan digunakan untuk mendukung teknologi tersebut berhasil diluncurkan dari kosmodrom Baikonur, Kazakhstan, Rabu (28/12), pukul 12.19 WIB. Satelit seberat 600 kilogram bernama Giove A melesat ke ruang angkasa didorong sebuah roket Soyuz buatan Rusia. Satelit itu sendiri dikembangkan oleh perusahaan Inggris Surrey Satellite Technology Ltd (SSTL).  

Setelah mencapai orbit, satelit tersebut akan menjalankan uji coba jam atom dan penerimaan sinyal navigasi serta memastikan keamanan frekuensi yang dialokasikan oleh International Telecommunication Union (ITU). Para ilmuwan juga akan mengukur besarnya radiasi yang diterima wahana  tersebut selama mengorbit.

Sedangkan satelit kedua bernama Giove B dijadwalkan melesat ke orbitnya beberapa bulan lagi. Lebih dari dua satelit juga akan diluncurkan pada 2008 untuk menyempurnakan seluruh proses pengujian agar memperoleh penentuan posisi yang tepat.

Kerja sama antarnegara

Untuk mendanai pengembangan dan operasional sistem satelit ini, Uni Eropa harus menyisihkan 1,2 miliar dollar AS pada anggaran 2007-2013. Sekitar dua pertiga dana yang dibutuhkan berasal dari swasta. Di Eropa saja, proyek ini diperkirakan akan menyediakan lapangan kerja bagi 150 ribu orang.

Enam negara di luar Uni Eropa yaitu China, India, Israel, Maroko, Arab Saudi, dan Ukraina bergabung dalam program yang dibuat oleh Komisi Eropa dan ESA ini. Proses pembicaraan dengan beberapa negara lainnya yang berminat bergabung juga sedang dilakukan.

Pengelolaan Galileo sendiri berada di bawah kendali sipil. Badan Antariksa Eropa (ESA) menyatakan, pihaknya dapat menamin bahwa layanan tersebut akan berlaku selamanya, kecuali terdapat kasus kerusakan khusus yang tidak terduga. Penggunanya juga tidak perlu penasaran karena setiap adanya gangguan satelit akan diberitahukan dalam hitungan detik.

Tahun lalu UE dan AS juga sepakat agar kedua sistem navigasi yang dikembangkan dapat digunakan bersama. Hal tersebut membantah anggapan timbulnya kembali sentimen trans-Atlantik antara kedua wilayah.

Meskipun demikian, Pentagon sempat mengkritik usaha UE sebagai sesuatu yang sia-sia dan berpotensi mengancam keamanan. Sebab, sinyal yang dipakai Galileo dapat mengganggu sinyal GPS masa depan yang akan dipakai militer AS.


Add comment 30 September, 2007

Otak Tidak Berhenti Berkembang

Tidak benar pendapat yang mengatakan bahwa sel-sel otak berhenti tumbuh saat seseorang memasuki usia lanjut. Neuron-neuron otak terus tumbuh dan berubah sejak perkembangan yang pesat pada setahun setelah kelahiran hingga dewasa, demikian hasil penelitian.

Penelitian yang dilakukan terhadap tikus dewasa menunjukkan bahwa bagian bercabang di beberapa neuron yang disebut dendrit masih dalam kondisi baik. Dendrit meneruskan sinyal listrik yang diterima neuron lainnya ke neuron yang batang sel tempat neuron berada. Perubahan neuron berlangsung dalam waktu yang singkat, begitu yang tua rusak, yang muda segera tumbuh.

Pergantian sel bahkan beberapa kali berlangsung dengan sangat drastis untuk ukuran sebuah sel neutron. Sebuah dendrit tumbuh hingga 90 mikron dalam waktu kurang dari dua minggu.

“Memang lebih kecil daripada di saat pertumbuhannya, tapi faktanya ia akan selalu tumbuh kembali begitu mengalami kerusakan,” kata penulis utamanya Elly Nedivi, seorang ahli otak di Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Selama masa pertumbuhan di tahun pertama sejak kelahiran, tubuh manusia membentuk sekitar 250 ribu neuron setiap menit kemudian menghabiskan beberapa tahun berikutnya untuk merangkainya. Sebelumnya, diperkirakan sifat elastis neuron akan melemah begitu memasuki usia lanjut.

Sejak puluhan tahun yang lalu para ilmuwan mengetahui bahwa bentuk ikatan dan respon permukaan neuron-neuron orang dewasa dapat berubah jika menghadapi perlakukan berbeda. Tapi, apakah strukturnya juga dapat berubah masih belum diketahui.

Dalam penelitian tersebut, mereka mengamati bagian otak yang berperan dalam proses penglihatan disebut visual cortex selama beberapa bulan. Untuk melihat secara langsung struktur otaknya, para peneliti menanam semacam kaca pada dua bagian visual cortex saat tikus masih muda.

Neuron saling berkomunikasi dengan cara mengubah sinyal listrik dan kimia yang disalurkan melalui ruang pendek di antara dua neuron yang disebut synaps. Sinyal-sinyal tersebut dapat ditolak (inhibitory) atau diterima (excitatory) atau aktif berdasarkan aktivitas neuron yang bekerja.

Penelitian lain mempelajari pertumbuhan neuron excitatory sedangkan para peneliti MIT mempelajari neuron jenis lainnya. Mereka menemukan bahwa struktur neuron-neuron excitatory tidak berubah, sedangkan kelompok neuron inhibitory yang disebut interneuron berubah.

Para peneliti memperkirakan, rata-rata sekitar 14 persen struktur antarneuron mengalami modifikasi. Sekitar 20 hingga 30 persen neuron di bagain neocortex yang mengatur fungsi berpikir terbuat dari interneuron inhobitory. Neuron-neuron ini diyakini berperan dalam pengaturan aktivitas otak dengan cara menghambat atau menutup sinyal dari neuron excitatory.

Mereka juga masih menduga-duga apakah interneuron berperan dalam mempertahankan sifat elastisitas otak dewasa. “Mungkin jaringan inhibitory memang terletak pada bagian-bagian yang secara rutin berubah,” kata Nedivi. Hasil penelitian yang dipimpin Wei-Chung Lee dari MIT ini dijelaskan secara rinci dalam jurnal Public Library of Science (PLOS) Biology edisi 23 Desember.


Add comment 30 September, 2007

Bahasa Pengaruhi Mata Kanan

Bahasa tidak hanya digunakan sebagai sarana berkomunikasi dan berhubungan dengan ucapan saja. Respon mata dalam memandang sesuatu juga dipengaruhi bahasa. Tapi, pengaruhnya hanya untuk mata kanan, demikian para peneliti.

Para peneliti di University of California menguji hipotesis, yang menyatakan bahwa bahasa berperan dalam mengatur persepsi atau pandangan seseorang, dengan cara melakukan serangkaian tes warna. Dari situ, mereka menemukan bahwa manusia mampu mengenali warna lebih cepat dengan mata kanan daripada mata kiri.

Pada laporan yang dimuat dalam Proceedings of the National Academy of Sciences, mereka menyatakan bahwa hal tersebut terjadi karena tubuh bagian kanan diproses oleh area otak yang mengendalikan bahasa.

Teori bahwa bahasa mempengaruhi persepsi adalah bagian dari hipotesis Sapir-Whorf dalam ilmu bahasa. Menurutnya, terdapat hubungan sistematik antara bentuk tata bahasa dari perkataan seseorang dengan bagaimana pemahaman orang tersebut terhadap dunia dan tingkah lakunya. Misalnya, orang yang menggunakan bahasa Inggris membedakan dengan jelas batas warna hijau dan biru tidak seperti orang Mexico yang berbahasa Tarahumara, kedua warna tidak dibedakan sebutannya.

Dalam pengujian itu, para peneliti meminta 13 orang untuk mengidentifikasi warna sebuah lingkaran di antara lingkaran-lingkaran warna lainnya. Pada pengujian pertama, seluruh lingkaran berwarna biru dan salah satunya dengan tingkat ketajaman berbeda. Dalam pengujian kedua, digunakan dua warna, hijau dan biru.

Para sukarelawan ternyata lebih cepat mengenali perbedaan warna pada percobaan kedua jika menggunakan mata kanannya. Sedangkan pada pengujian pertama tidak ada perbedaan kecepatan.

Para peneliti yakin hal tersebut terjadi karena kedua warna memiliki nama yang berbeda pada pengujian kedua. Selain itu, otak mampu mengidentifikasi warna lebih cepat ketika terlihat di daerah penglihatan tertentu.

Untuk memperkuat temuan ini, tim peneliti melakukan pengujian lagi, tapi meminta para sukarelawan untuk berlatih untuk mempengaruhi fungsi bahasa di otak. Hasilnya menunjukkan bahwa perbedaan kecepatan mengenali warna antara mata kanan dan kiri berkurang.

Para peneliti menyatakan, temuan ini mendukung hipotesis Whorf, tapi hanya berlaku untuk mata kanan. Penelitian sebelumnya juga pernah diakukan untuk mengetahui pengaruh bahasa terhadap persepsi, namun dengan meminta jawaban ya atau tidak pada percobaan. “Temuan kami menunjukkan gambaran yang lebih kompleks karena melibatkan fungsi organisasi otak secara keseluruhan,” kata penulis utama laporan penelitian Audrey Gilbert.


Add comment 30 September, 2007

Nenek Moyang Manusia dari Asia

Semua ahli sepakat bahwa manusia muncul pertama kali di Afrika sebelum kemudian menyebar ke seluruh belahan dunia. Tapi, dua orang arkeolog berpendapat berbeda. Keduanya menawarkan penjelasan alternatif yang menunjukkan bahwa manusia mungkin muncul pertama kali dan menyebar dari Asia.

Adalah Robin Dennel dari University of Sheffield, Inggris dan Wil Roebroeks dari Leiden University di Belanda yang mendeskripsikan idenya tersebut dalam jurnal Nature edisi 22 Desember. Mereka percaya bahwa fosil manusia purba yang ditemukan dalam sepuluh tahun terakhir menunjukkan kesimpulan yang sangat berbeda tentang di mana manusia pertama kali menjejaki Bumi.

Temuan fosil-fosil terbaru di Asia secara signifikan mengubah pandangan tersebut. Khususnya, fosil hominid berotak kecil dan berusia 1,75 juta tahun di Dmanisi, Georgia dan fosil manusia kerdil Homo floresiensis di Pulau Flores, Indonesia berusia 18 ribu tahun.

Hal tersebut menunjukkan bahwa nenek moyang bangsa Asia ratusan ribu tahun lebih tua daripada nenek moyang manusia yang dipercayai sebelumnya. Yang lebih masuk akal lagi, lanjut Dennel, manusia purba di Asia tidak memiliki otak atau badan besar. Ciri-ciri ini memang sesuai jika melekat pada manusia di awal-awal migrasi. Meskipun belum ada bukti-bukti yang mutlak, paling tidak dengan temuan-temuan ini semua orang harus mempertimbangkan kembali sejarah asal usul manusia.

Para penulis laporan ini mengakui bukti-bukti manusia pertama di Asia masih terlalu sedikit dan para ahli paleontologi masih mengabaikannya sebagai fakta sejarah. Padahal, tidak ada bukti arkeologi atau fosil untuk membuktikan manusia berpindah dari Afrika bagian selatan ke Nile Valley pada periode Pleistocene awal sekitar 1,8 juta hingga 11.500 tahun lalu.

Salah satu bukti manusia purba di Asia pada awal periode tersebut adalah tengkorak berusia 1,8 juta tahun di Mojokerto. Namun, faktanya tidak ada spesimen lainnya yang ditemukan lagi sehingga masih belum dapat dipakai untuk menunjukkan keberadaannya di sana sejak periode tersebut.

Pendapat Dennel dan Roebroeks memperoleh dukungan dari para ahli lainnya. “Saya kira makalah ini sangat menarik dan provokatif,” kata Chris Stringer, seorang peneliti departemen paleontologi di National history Museum, London. “Bukti fosil di Kaukasia, China, dan Jawa berumur lebih dari 1,6 juta tahun menyiratkan adanya penyebaran yang sangat cepat dari Afrika mulai 1,8 juta tahun lalu atau populasinya di luar Afrika memang telah ada sejak awal,” lanjutnya.

Perlengkapan tertua yang ditemukan di Asia selalu dilekatkan pada Homo erectus, spesies yang diketahui berasal dari Afrika. Homo ergaster, salah satu spesies di Afrika, dipercayai oleh para ilmuwan sebagai pendahulu Homo erectus, kelompok pertama yang sukses bermigrasi keluar Afrika.

Jika dilihat dari bentuk tubuhnya yang tinggi, tegak, dan otak yang besar, spesies tersebut cocok hidup di daratan Asia purba. Mungkin pemikiran ini mendukung pendapat Dennel dan Robroeks, tapi lagi-lagi terbantah jika dibandingkan dengan fosil australopithecines, primata tegak berusia 3,5 juta tahun yang ditemukan di padang rumput Afrika. Sebaliknya, wilayah berumput seperti itu juga diperkirakan ada di Asia pada periode yang sama sehingga australopithecines mungkin saja tinggal di Asia.

Bukti kehadiran Homo ergaster dari Pleistocene di Asia juga terlalu lemah. Selain itu, tidak ada yang mengetahui sampai sekarang dari mana Homo floresiensis berasal meskipun diyakini bahwa manusia bertubuh kecil itu adalah penduduk asli Asia. “Status manusia Flores yang belum terpecahkan sampai sekarang masih membuka bebagai kemungkinan apakah mereka manusia primitif terakhir yang tetap bertahan sejak migrasi awal atau bahkan prehuman yang banyak tersebar di Asia,” kata Stringer.

Jadi, kapan manusia pertama kali meninggalkan Afrika? “Hominin bisa dengan mudah keluar dari Afrika dua juta tahun lalu,” kata Dennel, “Mereka juga tidak memerlukan otak atau tubuh yang besar untuk melakukannya.”

Mungkin saja hominin dari Dmanisi merupakan versi primitif Homo erectus yang memiliki nenek moyang di Jawa dan Afrika Timur. Dengan kata lain, kedua peneliti akan mempelajari migrasi manusia purba dari sudut pandang keluar dari Asia dan bukan dari Afrika.


Add comment 30 September, 2007

Persahabatan Kuda Nil dan Kura-kura

Kehilangan anggota keluarga tak hanya dirasakan penduduk di sekitar pantai yang terkena tsunami setahun lalu. Kesedihan ini mungkin juga dirasakan seekor anak kuda nil yang terpisah dari keluarganya. Tapi, kejadian itulah yang membuatnya bersahabat dengan seekor kura-kura.

Persahabatan langka antara seekor anak kuda nil dan kura-kura darat berumur 130 tahun masih bertahan sampai sekarang. Kedekatan Owen, spesies hippopotamus jantan berumur dua tahun dan Mzee, kura-kura Aldabran jantan mengejutkan para petugas konservasi di cagar alam Taman Haller.

Anak kuda nil tersebut terpisah dari keluarganya sejak bencana tsunami setahun yang lalu. Sebelumnya, Owen tinggal bersama keluarganya di Sungai Sabaki. Saat terjadi tsunami, ia terseret arus ke lautan dan terdampar di sebuah karang.

Penduduk Malindi, sebuah kota di pantai terdekat, menggunakan jaring nelayan untuk menangkapnya. Anak kuda nil itu kemudian dibawa ke cagar alam Taman Haller, tempat Mzee tinggal. Owen terlihat tertarik pada bentuk tubuh Mzee. Warna abu-abu tubuh kura-kura itu mirip dengan warna kuda nil dewasa. Mungkin itulah yang membuat Owen seperti dekat dengan induknya.

Pada awalnya kura-kura tersebut menentang jika didekati Owen. Namun bayi kuda nil itu terus mengikutinya di sekitar taman hingga ke kubangan. Bahkan, acap kali Owen mencoba selalu tidur di dekatnya. 

Setelah beberapa hari, Mzee sepertinya iba padanya. Saat benih-benih persahabatan mulai tumbuh, kura-kura raksasa tersebut bahkan memperlihatkan tanda-tanda kasih sayangnya. Mzee sepertinya menganggap Owen sebagai anak angkatnya sekarang sehingga keduanya kini selalu terlihat bersama.

Selain terus mengamati bentuk persahabatan itu, para petugas konservasi berencana memperkenalkan Owen pada seekor kuda nil betina awal tahun depan. Mereka berharap dapat mengamati hubungan kuat yang mungkin dibangun di antara Owen dan kuda nil berumur 13 tahun bernama Cleo.

Kuda nil betina tersebut tidak kalah malangnya. Selama lebih dari sepuluh tahun, ia tidak pernah hidup bersama sesama kuda nil. Ia akan dipertemukan dengan Owen agar dapat menyesuaikan satu sama lain menggunakan bau tubuh dan indera penciumannya. Jika berhasil, ia juga akan diperkenalkan kepada kura-kura raksasa sahabat Owen.


1 comment 30 September, 2007

Burung Berkepala Merah Paling Disegani

Para peneliti kembali membuktikan warna merah adalah sinyal dominasi terutama dalam persaingan di dunia fauna. Burung finch berkepala merah lebih agresif dan mendominasi kelompok burung yang juga memiliki anggota berkepala kuning dan hitam. Demikian hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Proceeding of the Royal Society.   

Para ahli biologi Universitas New South Wales menemukan hal tersebut setelah mengamati interaksi burung-burung dari spesies Erythrura gouldiae yang memiliki warna tubuh berbeda-beda. Termasuk jenis burung yang terancam punah, populasi finch Gouldian hanya terisolasi pada daerah tropis di bagian utara Australia.  

Burung tersebut memiliki bulu tubuh bagian atas berwarna hijau cerah, bokong berwarna biru, dada berwarna ungu dan kuning, dan leher berwarna biru muda. Tapi, warna bulu di kepalanya bermacam-macam, ada yang berwarna merah, kuning, atau hitam. Inilah yang membuat burung berkicau asal Australia menjadi sangat unik.

Para peneliti berusaha mengungkap apakah terdapat perbedaan tingkah laku ketiga varian finch tersebut di samping perbedaan warna tubuhnya. Dari pengamatan terhadap pola persaingannya, mereka menemukan bahwa burung jantan berkepala merah lebih agresif dan dominan daripada jantan berkepala hitam. Kedua burung jantan juga lebih dominan daripada burung jantan berkepala kuning.

Pada penelitian kedua, para ilmuwan mengubah warna kepalanya dengan pewarna khusus untuk mengetahui apakah keberadaan warna merupakan sinyal yang digunakan untuk berinteraksi. “Burung-burung terlihat segan bersaing dengan sesama burung yang memiliki bulu kepala berwarna merah,” kata Dr. Sarah Pryke, seorang peneliti dari School of Biological, Earth, and Environmental Sciences.

Hal tersebut, lanjut Sarah, menunjukkan bahwa mereka melihatnya sebagai tanda kekuasaan sehingga menolak untuk melawannya. Bahkan burung yang berkepala merah karena dicat juga menunjukkan sifat paling agresif.

Dalam hal ini, warna merah sangat berarti sebagai tanda dominasi. Warna merah di kepala bermanfaat untuk menunjukkan kekuasaan saat bersaing dalam memperebutkan sumber makanan dan tempat bersarang.

Sejauh ini, ekspresi warna tubuh secara jelas menunjukkan hubungan dengan pola tingkah laku burung finch. Hal tersebut memberikan pemahaman baru tentang bagaimana warna berperan sebagai sinyal komunikasi di antara hewan.


1 comment 30 September, 2007

Penakluk Puncak-Puncak Dunia Berumur 8 Tahun

Baru berumur delapan tahun da