Erik Lumban Gaol Website

Membaca Tidak Berkomentar Menyebabkan RABIES —> CP : 081392952822

Arsip untuk Juni, 2009

Juara Dunia Kontes Robot dari UNIKOM Bandung

Ditulis oleh erik12127 di/pada 29 Juni, 2009

*) Indonesia Ungguli Juara 4 Tahun Berturut Turut

JAKARTA – Prestasi demi prestasi berhasil ditorehkan anak bangsa di level internasional. Teranyar, tim robot Indonesia meraih juara 1 dan menggondol medali emas pada The 2009 International Robogames yang dihelat di Fort Mason, San Fransisco, Amerika Serikat pada Minggu (14/6) lalu.
Tim robot Indonesia dari Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung itu terdiri dari Rodi Hartono dan Stevanus Akbar Alexander (mahasiswa), Yusrilla Y Kerlooza (dosen pembinbing), Aelina Surya (Pembantu rektor III), Ratna Ariawati Joedakoesumah (Pembantu rektor I), dan Eril Mozef (dewan juri nasional KRCI).
Rombongan tim merah putih tiba di bandara Soekarno Hatta pukul 13.10. Kedatangan pahlawan teknologi itu disambut meraih oleh Depdiknas maupun rektor Unikom Eddy Soeryanto Soegoto bersama rombongannya. Dirjen Dikti Fasli Jalal juga memberi sambutan khusus. Fasli mengalungkan untaian bunga terhadap para juara.
Wajah lelah tim Indonesia terlihat jelas. Maklum, mereka baru saja menempuh perjalanan panjang, sekitar 20 jam. “Capek di pesawat,” ucap Rodi Hartono, mahasiswa Unikom yang juga anggota tim itu. Kendati demikian, begitu mendapat sambutan meriah dari Depdiknas, senyum lepas langsung terlihat.
Menurut Fasli Jalal, prestasi itu dinilai amat membanggakan. Sebab, sejak kompetisi itu dihelat pada 2004 silam, baru tahun ini Indonesia berhasil menngondol medali emas. Padahal, peserta kompetisi itu cukup banyak. Yaitu, melibatkan 25 negara.
Fasli mengatakan, tahun ini Dikti bersama Unikom memang serius mempersiapkan tim Indonesia. “Berbagai dukungan maupun fasilitas kami berikan,” ujarnya.
Atas prestasi itu, Dikti akan memberi beasiswa terhadap mahasiswa Unikom untuk melanjutkan studinya. Mereka bebas melanjutkan studi hingga S3 di perguruan tinggi manapun. “Mereka juga boleh memilih belajar ke universitas luar negeri,” terangnya.
Fasli menjelaskan, saat ini Dikti aktif mendorong PTN maupun PTS di Indonesia untuk mengembangkan robotika. Hal itu tak lepas dari animo kompetisi robot di Indonesia yang semakin tinggi.
Robogames sendiri merupakan salah satu ajang kontes robot internasional tahunan terbesar. Kontes itu melombakan lebih dari 70 kategori. Dengan jumlah pertandingan yang cukup banyak, ajang tersebut mendapat predikat World?s Largest Robot Competition dari Guiness Book of Records.
Dari sekian banyak kategori itu, Indonesia mengikuti kategori open fire fighting robot contest. Yang merupakan salah satu kategori tersulit lantaran robot harus bersifat autonomous atau bergerak dan mengambil keputusan sendiri tanpa intervensi manusia. “Dan tidak dikendalikan dengan remote seperti kategori lainnya,” terang mahasiswa kelahiran 1987 itu.
Untuk kategori itu, cerita Rodi, robot harus mampu mencari dan memadamkan api (yang disimulasikan oleh api lilin di dalam sebuah rumah). Rumah itu terdiri dari empat ruang. Yaitu, lorong, pintu, anak tangga, perabotan rumah tangga. Penilaian ditentukan oleh kecepatan robot dalam mencari dan memadamkan api tanpa menyentuh dinding dan tanpa dikendalikan manusia.
Rodi menjelaskan, kinerja robot yang diberi nama DU-114 boleh dibilang cukup mengejutkan lawan-lawannya. DU-114 sendiri diambil dari nama Dupati Ukur 114 Bandung, alamat Unikom.
Penampilan DU-114 mampu memukau penonton. Betapa tidak, sejak pertama kali running test (uji coba arena dan lingkungan) pada 13 Juni lalu, DU-114 berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna kendati tanpa setting awal. Ujicoba itu membuat kagum lawan maupun panitia kontes.
Tak heran, saat lomba DU-114 mampu meraup nilai sempurna!. Dari tiga trial (ronde) yang dipertandingkan, tim Indonesia tidak sekalipun gagal. Dari 11 peserta hanya 4 peserta yang mampu melakukan itu. Hebatnya lagi, tim robot Indonesialah yang satu-satunya mampu mengambil semua bonus yang ada.
Termasuk melalui mode tersulit dengan menaiki tangga. Juga mampu melewati rintangan seperti sorotan cahaya matahari maupun suara berisik penonton. Tak urung, tim Indonesia akhirnya bisa mengalahkan tim dari University of Akron yang disponsori oleh organisasi paling bergengsi dibidang elektronika, yaitu IEEE. Tim tersebut merupakan juara bertahan selama empat tahun berturut-turut.
Tim Robot Indonesia juga menyertakan robot kategori berkaki NEXT-116. Walaupun hanya berada di peringkat kelima, tetapi NEXT-116 menjadi satu-satunya robot berkaki yang diperbolehkan panitia untuk bertanding melawan robot-robot lain yang menggunakan roda. Robot ini selain cepat, juga mampu menaiki anak tangga dan hampir mengalahkan lawan-lawannya yang menggunakan roda.
Dari bandara Soekarno Hatta, tim robot Indonesia langsung mendapat sambutan Mendiknas Bambang Sudibyo di Depdiknas. Mendiknas mendorong intensitas kejuaraan terkait teknologi robotika. Pemerintah, kata Mendiknas, berkomitmen mendukung agenda kontes nasional robot yang digelar setiap tahun.
“Saya sangat berkomitmen betul dengan permasalahan teknologi robotika dan mendorong kejuaraan seperti itu,” ujarnya. Mendiknas mengatakan, banyak sekali anak-anak muda Indonesia bisa mengukir prestasi dunia.
Menurut Mendiknas, ajang kegiatan adu prestasi seperti kontes robot perlu konsisten dilakukan. “Saya mengusulkan kepada Presiden agar memberikan Anugerah Satya Lancana Wirakarya. Anugerah itu hanya diberikan oleh Presiden kepada anak bangsa yang meraih prestasi dunia,” katanya.
Mendiknas menyampaikan, pada 2008 lalu, Presiden menganugerahkan sebanyak 117 Satya Lancana Wirakarya di bidang matematika, sains, teknolog, seni, dan olah raga.

Ditulis dalam Teknologi | Leave a Comment »

Tips Pacaran Direstui Orang Tua

Ditulis oleh erik12127 di/pada 20 Juni, 2009

 

Pacaran, jika nggak direstui orang tua, BT dong. Apalagi harus main “kucing-kucingan” segala kalau mau pergi bareng. Mudah-mudahan tips-tips berikut ini dapat menjadi andalan kamu untuk mendapatkan restu dari orang tua, terutama orang tua pacar.

1. Pelan-pelan
Jangan pernah langsung bilang ke orang tua kalau kita pacaran. Bilang aja bahwa cewek atau cowok tersebut itu cuma teman. Soalnya kalau kita bilang langsung, apalagi buat kamu yang belum usia 17 tahun, pasti orangtua akan melarang. Kamu akan disuruh fokus sekolah ketimbang menjalin hubungan dengan lawan jenis.

2. Jangan diam saja
Ketika kamu datang ke rumah pacar, selalu ingat pepatah “datang tampak muka, pergi tampak punggung”. Itu artinya kita harus selalu ingat untuk mengucap salam ketika datang dan berpamitan kepada orang tua pacar. Biar gimana, mereka adalah yang punya rumah serta pacar kamu itu.

3. Jangan terlalu sering
Usahakan untuk jangan terlalu sering datang ke rumah pacarmu dulu. Terutama buat cewek, kata orang Sunda, eta teh pamali. Biarkan waktu berjalan dulu. Pasalnya, kalau kamu terlalu sering datang, bisa-bisa mereka ngira kamu nggak punya rumah

4. Interaksi itu penting
Pacaran sama seseorang bukan berarti di dunia cuma ada kalian berdua. Jangan lupa, pasangan kamu itu punya lingkungan. Jangan pernah sungkan untuk berinteraksi dengan orang di lingkungan pacar kamu. Terutama orang tuanya. Tapi jangan pernah kita terlalu membanggakan diri di depan mereka, kita harus ingat bahwa sombong itu dosa yang paling disukai setan!

Ditulis dalam Tips2 Gaull..ll | 1 Komentar »

Alat Musik Tradisional Sumatera Barat

Ditulis oleh erik12127 di/pada 18 Juni, 2009

MEMULAI BISNIS SEBAGAI PENGHASILAN SAMPINGAN

KLIK GAMBAR

web%20alt%201

Nuansa Minangkabau yang ada di dalam setiap musik Sumatra Barat yang dicampur dengan jenis musik apapun saat ini pasti akan terlihat dari setiap karya lagu yang beredar di masyarat. Hal ini karena musik Minang bisa diracik dengan aliran musik jenis apapun sehingga enak didengar dan bisa diterima oleh masyarakat. Unsur musik pemberi nuansa terdiri dari instrumen alat musik tradisional antara lain :

1. Saluang

SaluangSaluang adalah alat musik tradisional khas Minangkabau, Sumatra Barat. Yang mana alat musik tiup ini terbuat dari bambu tipis atau talang (Schizostachyum brachycladum Kurz). Orang Minangkabau percaya bahwa bahan yang paling bagus untuk dibuat saluang berasal dari talang untuk jemuran kain atau talang yang ditemukan hanyut di sungai. Alat ini termasuk dari golongan alat musik suling, tapi lebih sederhana pembuatannya, cukup dengan melubangi talang dengan empat lubang. Panjang saluang kira-kira 40-60 cm, dengan diameter 3-4 cm. Adapun kegunaan lain dari talang adalah wadah untuk membuat lemang, salah satu makanan tradisional Minangkabau.

Pemain saluang legendaris bernama Idris Sutan Sati dengan penyanyinya Syamsimar.

Keutamaan para pemain saluang ini adalah dapat memainkan saluang dengan meniup dan menarik nafas bersamaan, sehingga peniup saluang dapat memainkan alat musik itu dari awal dari akhir lagu tanpa putus. Cara pernafasan ini dikembangkan dengan latihan yang terus menerus. Teknik ini dinamakan juga sebagai teknik manyisiahkan angok (menyisihkan nafas).

Tiap nagari di Minangkabau mengembangkan cara meniup saluang, sehingga masing-masing nagari memiliki style tersendiri. Contoh dari style itu adalah Singgalang, Pariaman, Solok Salayo, Koto Tuo, Suayan dan Pauah. Style Singgalang dianggap cukup sulit dimainkan oleh pemula, dan biasanya nada Singgalang ini dimainkan pada awal lagu. Style yang paling sedih bunyinya adalah Ratok Solok dari daerah Solok.

Dahulu, khabarnya pemain saluang ini memiliki mantera tersendiri yang berguna untuk menghipnotis penontonnya. Mantera itu dinamakan Pitunang Nabi Daud. Isi dari mantera itu kira-kira : Aku malapehkan pitunang Nabi Daud, buruang tabang tatagun-tagun, aia mailia tahanti-hanti, takajuik bidodari di dalam sarugo mandanga buni saluang ambo, kununlah anak sidang manusia……dst.

————————————————————

2. Bansi

Bansi Bentuknya Pendek dan memiliki 7 lubang dan dapat memainkan lagu-lagu tradisional maupun modern karena memiliki nada standar. Setelah tahu bentuknya lalu saya coba untuk belajar bansi terlebih dahulu karena mudah, saya bawakan musik bansi yang ada dalam tari pasambahan, dan lumayan mudah. Untuk saluang, sampai saat ini masih belajar dengan keras karena saya anggap orang yang mahir di saluang berarti untuk alat musik tiuplainnya pasti mudah.

Saat ini saluang lah yang saya anggap mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi dalam memainkannya. Hanya orang-orang yang mempunyai perasaan yang lembut dan menjiwai terhadap apa yang di bunyikannya.

————————————————————

3. Talempong

TalempongTalempong adalah sebuah alat musik khas Minangkabau. Bentuknya hampir sama dengan gamelan dari Jawa. Talempong dapat terbuat dari kuningan, namun ada pula yang terbuat dari kayu dan batu, saat ini talempong dari jenis kuningan lebih banyak digunakan. Talempong ini berbentuk bundar pada bagian bawahnya berlobang sedangkan pada bagian atasnya terdapat bundaran yang menonjol berdiameter lima sentimeter sebagai tempat tangga nada (berbeda-beda). Bunyi dihasilkan dari sepasang kayu yang dipukulkan pada permukaannya.

Talempong biasanya digunakan untuk mengiringi tari piring yang khas, tari pasambahan, tari gelombang,dll. Talempong juga digunakan untuk menyambut tamu istimewa. Talempong ini memainkanya butuh kejelian dimulai dengan tangga pranada DO dan diakhiri dengan SI. Talempong diiringi oleh akor yang cara memainkanya sama dengan memainkan piano.

————————————————————

4. Rabab

Rabab

Rabab merupakan kesenian di Minangkabau yang dimainkan dengan menggesek biola.

Dengan rabab ini dapat tersalurkan bakat musik seseorang.

Biasanya dalam rabab ini dikisahkan berbagai cerita nagari atau dikenal dengan istilah Kaba.

5. Gandang Tabuik.

TabuikTabuik berbentuk bangunan bertingkat tiga terbuat dari kayu, rotan, dan bambu dengan tinggi mencapai 10 meter dan berat sekitar 500 kilogram. Bagian bawah Tabuik berbentuk badan seekor kuda besar bersayap lebar dan berkepala “wanita” cantik berjilbab. Kuda gemuk itu dibuat dari rotan dan bambu dengan dilapisi kain beludru halus warna hitam dan pada empat kakinya terdapat gambar kalajengking menghadap ke atas. Kuda tersebut merupakan simbol kendaraan Bouraq yang dalam cerita zaman dulu adalah kendaraan yang memiliki kemampuan terbang secepat kilat. Pada bagian tengah Tabuik berbentuk gapura petak yang ukurannya makin ke atas makin besar dengan dibalut kain beludru dan kertas hias aneka warna yang ditempelkan dengan motif ukiran khas Minangkabau. Di bagian bawah dan atas gapura ditancapkan “bungo salapan” (delapan bunga) berbentuk payung dengan dasar kertas warna bermotif ukiran atau batik. Pada bagian puncak Tabuik berbentuk payung besar dibalut kain beludru dan kertas hias yang juga bermotif ukiran. Di atas payung ditancapkan patung burung merpati putih. Di kaki Tabuik terdapat empat kayu balok bersilang dengan panjang masing-masing balok sekitar 10 meter. Balok-balok itu digunakan untuk menggotong dan “menghoyak” Tabuik yang dilakukan sekitar 50 orang dewasa. Tabuik dibuat oleh dua kelompok masyarakat Pariaman, yakni kelompok Pasar dan kelompok Subarang. Tabuik dibuat di rumah Tabuik secara bersama-sama dengan melibatkan para ahli budaya dengan biaya mencapai puluhan juta rupiah untuk satu Tabuik.

Musik Minangkabau berupa instrumentalia dan lagu-lagu dari daerah ini pada umumnya bersifat melankolis. Hal ini berkaitan erat dengan struktur masyarakatnya yang memiliki rasa persaudaraan, hubungan kekeluargaan dan kecintaan akan kampung halaman yang tinggi ditunjang dengan kebiasaan pergi/merantau.

Industri musik di Sumatra Barat semakin berkembang dengan munculnya seniman-seniman Minang yang bisa membaurkan musik modern ke dalam musik tradisional Minangkabau. Perkembangan musik Minang modern di Sumatra Barat sudah dimulai sejak tahun 1950-an ditandai dengan lahirnya Orkes Gumarang.

MEMULAI BISNIS SEBAGAI PENGHASILAN SAMPINGAN

KLIK GAMBAR

web%20alt%201

<!–[if !mso]>

Ditulis dalam Kesenian | 6 Komentar »