Mars Pernah Menjadi Tempat yang Kejam
30 September, 2007
Hampir dua tahun setelah rover kembar NASA mendarat di Planet Mars, muncul dua gambaran yang bertentangan mengenai kondisi masa lalu planet tersebut. Muncul pula pertanyaan apakah tempat itu (pernah) bisa mendukung kehidupan atau tidak.
Baik rover Spirit dan Opportunity menemukan bukti-bukti geologi bahwa Mars pernah memiliki air, suatu tanda planet tersebut pernah bisa mendukung kehidupan. Namun penemuan baru juga mengungkapkan hal sebaliknya, yakni Mars pernah pula menjadi tempat kejam yang tidak memungkinkan kehidupan untuk berkembang.
“Dalam banyak bagian sejarahnya, planet merah adalah tempat yang sangat tidak mendukung kehidupan,” kata peneliti utama misi Steven Squyres dari Universitas Cornell.
Tetapi para peneliti menekankan bahwa rover-rover mereka hanya meneliti tahapan-tahapan singkat dalam waktu geologi planet. Sehingga mungkin saja ada banyak bagian di Mars yang memiliki kondisi berbeda.
Sejak mendarat di belahan yang berbeda di Mars, Januari 2004, rover-rover beroda enam itu menemukan bukti-bukti nyata bahwa Mars pernah digenangi air. Kesimpulan tersebut didapat berdasarkan penelitian terhadap lapisan-lapisan batu yang terbentuk atau susunannya dipengaruhi air.
Namun batuan endapan di daratan Mars yang menjadi lokasi pendaratan Opportunity juga menunjukkan bahwa sekitar 3 milyar hingga 4 milyar tahun lalu, terjadi fluktuasi lingkungan antara menjadi sangat asam dan kering - suatu kondisi yang sepertinya tidak mungkin bisa didiami kehidupan.
Sedangkan wilayah Gusev Crater dimana Spirit mendarat memperlihatkan sejarah yang bahkan lebih kejam. Tiga lapisan batu yang diteliti rover memperlihatkan susunan yang dipengaruhi air dan terbentuk dari suatu peristiwa letusan. Di situ tampak seolah abu panas dihamburkan dari langit dan objek-objek angkasa menghujani permukaannya sekitar 4 milyar tahun lalu. Pada saat itu air sudah ada, namun tidak dalam jumlah yang banyak.
Para peneliti menyatakan kondisi ganas seperti itu mungkin menjadi hambatan bagi kehidupan untuk muncul, meski ada kemungkinan beberapa bentuk kehidupan bisa bertahan dalam kondisi ekstrim semacam.
Mereka merujuk pada lingkungan ganas di Bumi, dimana makhluk-makhluk primitif mampu beradaptasi dan hidup di habitat yang keras, seperti di mata air panas di lautan, kwah gunung api, maupun tempat-tempat beku di kutub.
Dikatakan para peneliti, lokasi dimana rover-rover mendarat mungkin bisa didiami kehidupan ketika ada air di sana. Meski begitu, perlu dilakukan penelitian lebih cermat, termasuk membawa sampel batuan Mars ke Bumi, untuk memastikan apakah ada fosil kehidupan di sana.
Entry Filed under: Ilmiah. .

Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed