Erik Lumban Gaol Website

Membaca Tidak Berkomentar Menyebabkan RABIES —> CP : 081392952822

Sabun Transparan dari Minyak Sawit

Ditulis oleh erik12127 di/pada 22 September, 2007

MEMULAI BISNIS SEBAGAI PENGHASILAN SAMPINGAN

KLIK GAMBAR

web%20alt%201

Sabun transparan bisa dibuat dengan biaya murah. Bahannya pun gampang didapat, dari buah kelapa sawit. Setidaknya, itulah hasil penelitian lima mahawiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang meneliti tentang pemanfaatan minyak inti sawit dan stearin sawit pada pembuatan sabun transparan.

Kelima mahasiswa itu adalah Muhammad Malik Gunawan, Tulus Priyadi Arsyad, Idham Faizal, Sapri, dan Yapfuriani Dewi.

Berbeda dengan sabun transparan yang umumnya menggunakan bahan baku berupa lemak sapi dan minyak kelapa, penelitian ini memanfaatkan minyak inti sawit sebagai bahan baku. ”Minyak kelapa dan minyak inti sawit mempunyai kandungan asam lemak yang mampir sama,” urai mereka dalam paper-nya. Selain minyak inti sawit, bahan lain yang digunakan adalah stearin sawit, asam stearat, natrium hidroksida, alkohol, sukosa, trietanolamin, gliserin, parfum, air, tanah bentonit, dan bahan-bahan kimia untuk analisa.

Penelitian dilakukan melalui dua tahap: penelitian pendahuluan dan penelitian lanjutan. Kedua tahap penelitian dilakukan dalam rentang waktu tiga bulan, Juli 2002 – September 2002 dengan memanfaatkan laboratorium di lingkungan Jurusan Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Pertanian, IPB.

Pada penelitian pendahuluan dilakukan pemucatan bahan baku menggunakan bentonit dengan konsentrasi tiga persen (b/b) untuk minyak inti sawit dan lima persen (b/b) untuk stearin sawit. Pemucatan bertujuan untuk mengikat kotoran agar zat warna yang tidak disukai dalam minyak hilang. Pemucatan minyak inti sawit dilakukan dengan cara pemanasan pada suhu 70-80 derajat celcius, kemudian ditambahkan bentonit dan didiamkan selama satu jam. Setelah itu, di-sentrifuge untuk selanjutnya disaring. Sedangkan pemucatan stearin sawit prosesnya sama dengan pemucatan minyak inti sawit namun tidak melalui penyaringan tapi di-sentrifuge.

Pada penelitian lanjutan dilakukan berdasarkan penelitian pendahuluan, yaitu membuat sabun transparan. Sabun dibuat dengan mencampurkan stearin sawit, minyak inti sawit yang telah melalui proses pemucatan, dan asam stearat dengan perbandingan masing-masing 80:15:5 b/b sebanyak 100 gram. Campuran ini kemudian ditambahkan dengan NaOH 20 derajat Be sebanyak 98,3 gram pada suhu 90 – 100 derajat celcius.

Formulasi sabun transparan dibuat dengan cara mencapur stok sabun dengan gliserin, alkohol, sukrosa, dan trietanolamin pada suhu 90 – 100 derajat selama 30 menit di dalam refuks. Pada penelitian ini, formulasi sabun transparan dilakukan dengan dua variasi. Formula pertama menggunakan dua konsentrasi pada sukrosa, dan kedua menggunakan dua konsentrasi pada gliserin sehingga menghasilkan sabun dengan tingkat transparansi terbaik.

Pencampuran bahan-bahan tersebut dalam pembuatan sabun transparan menggunakan refluks pada suhu 90 – 95 derajat celcius selama 30 menit. Gliserin ditambahkan secara perlahan-lahan, diikuti dengan sukrosa, trietanolamin, dan alkohol. Saat pencampuran, suhu berada pada kisaran 90 – 95 derajat celcius. Jika suhu di bawah 90 derajat, maka akan terjadi gumpalan karena tidak larut secara sempurna.

Untuk mengetahui karateristik sabun yang dihasilkan, dilakukan analisis terhadap sifat fisik kimia sabun. Sifat kimia sabun yang diamati antara lain kadar air, asam lemak, alkali bebas, dan lemak yang tidak tersabunkan. Sedangkan sifat fisik yang diamati adalah tingkat kekerasan dan diukur dengan menggunakan alat penetrometer.

Evaluasi penerimaan konsumen terhadap sabun yang dihasilkan dilakukan dengan uji organoleptik (hedonik) terhadap sifat-sifat fisik sabun di antaranya kekerasan, warna (transparansi), dan kelembutan pada kulit. Uji hedonik dilakukan untuk mengetahui tingkat penerimaan konsumen terhadap produk menggunakan panelis sebanyak 16 orang. Penilaan diberikan dengan skor angka. Analisis setelah mendapatkan skor pada uji hedonik adalah analisis non parametik berupa uji kruskal-wallis digunakan untuk menentukan jenis sabun transparan terbaik dilihat dari kekerasan, warna, dan kelembutan pada kulit.

Berdasarkan uji statistik terhadap kekerasan dan transparansi sabun menunjukkan bahwa formula 1, formula 2, formula 3, dan formula 4 tidak berbeda secara signifikan. Dengan kata lain, perbandingan komposisi bahan pembentuk transparan yaitu gliserin, sukrosa, alkohol, dan trietalamin tidak berpengaruh terhadap karakteristik sabun yang dihasilkan. Namun uji statistik terhadap kesan pada kulit menunjukkan bahwa keempat formula sabun berbeda secara signifikan.

Analisa ekonomi terhadap sabun hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa harga produk ini lebih ekonomis dibandingkan dengan harga sabun transparan komersial. Harga produk hasil penelitian sekitar Rp 3.541, sedangkan sabun jenis sama di pasaran sekitar Rp 5.000 dengan satuan produk per 70 gram. Dengan harga tersebut, produk ini memiliki daya saing yang tinggi.

34 Tanggapan ke “Sabun Transparan dari Minyak Sawit”

  1. vijayanti berkata

    saya seorang mahasiswa teknik kimia, saya tertarik untuk membuat sabun transparant sendiri.
    yang saya ingin tanyakan,
    1) Berapakan besar kadar air yang diperbolehkan terkandung dalam sabun?
    2) Bagaimana cara mengukur lemak tak tersabunkan?
    3) Angka alkali bebas dan asam lemak berapakah yang diperbolehkan terdapat dalam sabun?

    atas jawabannya saya ucapkan banyak terima kasih.

  2. ritson purba berkata

    sangat baik penelitian ini… dan saya mau melanjutkan penelitian ini dengan bahan yang lain.. jadi minta persetujuannya dan sekaligus prosedur kerja yang lebih detail dan kalu bisa saya mau peroleh lewat siapa dan korespondensi atas nama siapa demikian dulu ya
    tolong ditanggapi.

  3. Hangga berkata

    Sebenarnya, apa fungsi dari penambahan NaOH, asam stearat, gliserin, sukrosa dan alkohol?

  4. erik12127 berkata

    To Vijayanti
    1. Besar kadar air 15 %

    2. Cara mengukur lemak tak tersabunkan :
    Fraksi tak tersabunkan menunjukkan bagian komponen di dalam sabun yang tak tersabunkan karena tidak bereaksi atau tidak berikatan dengan senyawa alkali (natrium) pada proses pembuatan sabun. Faktor konsentrasi bee pollen berpengaruh terhadap kadar fraksi tak tersabunkan karena adanya kandungan sterol dan pigmen yang terdapat dalam bee pollen maka semakin tinggi pula kadar fraksi tak tersabunkan yang terdapat pada sabun opaque yang dihasilkan. Fraksi tak tersabunkan dapat mengurangi kemampuan sabun dalam membersihkan minyak atau kotoran lainnnya. Fraksi tak tersabunkan merupakan komponen yang dapat menghambat proses pembersihan atau daya deterjensi.

    3. Angka alkali bebas dan asam lemak yang diperbolehkan terdapat dalam sabun?

    Kelebihan alkali dapat disebabkan karena penambahan alkali yang berlebih pada proses pembuatan sabun. Alkali bebas yang melebihi standar dapat menyebabkan iritasi pada kulit. Menurut SNI (1994), kadar alkali bebas pada sabun maksimum sebesar 0,1%. Factor konsentrasi bee pollen dan lidah buaya tidak berpengaruh terhadap kadar alkali bebas yang dihitung sebesar kadar NaOH dari sabun opaque yang dihasilkan.

  5. erik12127 berkata

    To Ritson Purba

    Contohnya pake lidah buaya

    Lidah buaya (Aloe vera) merupakan tanaman asli Afrika terutama Mediterania. Lidah buaya sering dijuluki dengan “The Miracle Plant”. Tanaman tersebut dapat tumbuh di daerah panas maupun dingin, dataran tinggi maupun rendah. Daya adaptasinya yang tinggi dan kegunaan tanaman ini menyebabkan banyak orang membawanya ke seluruh pelosok dunia termasuk Indonesia.
    Lidah buaya sebagai bahan baku industri farmasi dan kosmetika telah digunakan sejak lama. Pada zaman raja Mesir, Cleopatra, lidah buaya telah digunakan sebagai pembasuh kulit yang sangat mujarab sehingga dijadikan bahan baku kosmetik yang penting. Dioscerder dari Yunani mencatat bahwa sejak tahun 200 M lidah buaya sudah dijadikan obat. Pada tahun 1750 sM lidah buaya telah digunakan di Timur Tengah. Sebagai contoh, dalam tahun 550 sM The Egyptian book of Remedies mendiskusikan variasi tanaman lidah buaya sebagai bahan baku obat-obatan dan kosmetik untuk memperbaiki kulit.
    Keistimewaan lidah buaya ini terletak pada gel-nya yang dapat membuat kulit tidak cepat kering dan selalu kelihatan lembab. Kandungan senyawa kimia pelepah lidah buaya lebih dari 200 jenis. Bagian terbesar kandungan gel lidah buaya adalah air (98,5%), karbohidrat (0,3%), asam amino, lipid, sterol, tanin, dan beberapa enzim.
    Sementara itu, Bee Pollen yang dihasilkan oleh lebah madu, memiliki kandungan protein yang tinggi serta mengandung vitamin A, B, C, D dan E sehingga dapat berfungsi untuk membantu regenerasi dan memberikan nutrisi pada kulit (Pusat Perlebahan Apiari Pramuka, 2003)
    Saat ini, sabun tidak hanya digunakan sebagai pembersih tapi juga telah digunakan untuk kecantikan, diantaranya untuk menjaga kelembaban, dan kehalusan kulit. Sabun opaque adalah sabun berbentuk batang yang secara fisik terlihat tidak transparan. Panambahan gel lidah buaya dan bee pollen dalam pembuatan produk sabun opaque dapat memberi nilai tambah pada produk sabun serta menambah nilai jual dan manfaat dari tanaman lidah buaya dan bee pollen

    PEMBAHASAN

    Karakteristik sabun opaque yang dihasilkan disesuaikan menurut spesifikasi mutu yang terdapat dalam SNI 06-3532-1994. karakteristik sabun opaque ini dilakukan untuk mengetahui sifat fisik dan kimia dengan parameter kadar air, jumlah asam lemak, fraksi tak tersabunkan, bagian tak larut dalam alkohol, alkali bebas, pH stabilitas emulsi, dan stabilitas busa.

    Kadar Air
    Kadar air menunjukkan banyaknya kandungan air yang terdapat dalam suatu bahan. Menurut SNI (1994), kadar air dalam sabun maksimum sebesar 15%. Faktor konsentrasi gel lidah buaya dan bee pollen berpengaruh nyata terhadap kadar air sabun opaque. Hal ini disebabkan adanya kandungan air yang sangat tinggi di dalam gel lidah buaya, sehingga semakin tinggi penambahan konsentrasi gel lidah buaya maka semakin besar pula kadar air yang terdapat pada sabun opaque yang dihasilkan.

    Jumlah Asam Lemak
    Jumlah asam lemak pada sabun menunjukkan total jumlah asam lemak yang tersabunkan dan asam lemak bebas yang terkandung pada sabun. Menurut SNI (1994), jumlah asam lemak minimal sebesar 70%. Dalam suatu formulasi, asam lemak berperan sebagai pengatur konsistensi. Konsentrasi gel lidah buaya dan bee pollen tidak berpengaruh pada jumlah asam lemak yang telah tersabunkan. Asam lemak diperoleh secara alami melalui hidrolisis trigliserida (William dan Schmitt,2002). Ditambahkan pula oleh Spitz (1996), bahwa asam lemak memiliki kemampuan terbatas untuk larut dalam air. Hal ini akan membuat sabun menjadi lebih tahan lama pada kondisi setelah digunakan.

    Kadar Fraksi Tak Tersabunkan
    Menurut SNI (1994), fraksi tak tersabunkan menunjukkkan bagian komponen di dalam sabun yang tak tersabunkan karena tidak bereaksi atau tidak berikatan dengan senyawa alkali (natrium) pada proses pembuatan sabun. Faktor konsentrasi bee pollen berpengaruh terhadap kadar fraksi tak tersabunkan karena adanya kandungan sterol dan pigmen yang terdapat dalam bee pollen maka semakin tinggi pula kadar fraksi tak tersabunkan yang terdapat pada sabun opaque yang dihasilkan. Fraksi tak tersabunkan dapat mengurangi kemampuan sabun dalam membersihkan minyak atau kotoran lainnnya (Splitz, 1996). fraksi tak tersabunkan merupakan komponen yang dapat menghambat proses pembersihan atau daya deterjensi.

    Bagian Tak Larut Dalam Alkohol
    Analisis bagian yang tak larut dalam alkohol dilakukan untuk mengetahui banyaknya komponen yang tak larut dalam alkohol yang terdapat pada sabun opaque. Menurut SNI (1994), bagian tak larut dalam alkohol yang terdapat dalam sabun maksimum sebesar 2,5%. Faktor konsentrasi bee pollen berpengaruh terhadap bagian tak larut dalam alkohol. Semakin tinggi konsentrasi bee pollen yang digunakan maka semakin tinggi pula bagian tak larut dalam alkohol pada sabun opaque yang dihasilkan. Hal ini disebabkan oleh adanya kandungan pati dan protein yang terdapat pada pollen. Menurut ASTM (2001), bagian tak larut dalam alkohol meliputi garam alkali, seperti karbonat, silikat, fosfat, dan sulfat, serta pati dan apabila protein ditambahkan alkohol maka protein akan menggumpal.

    Kadar Alkali Bebas yang dihitung sebagai kadar NaOH
    Kelebihan alkali dapat disebabkan karena penambahan alkali yang berlebih pada proses pembuatan sabun. Alkali bebas yang melebihi standar dapat menyebabkan iritasi pada kulit. Menurut SNI (1994), kadar alkali bebas pada sabun maksimum sebesar 0,1%. Factor konsentrasi bee pollen dan lidah buaya tidak berpengaruh terhadap kadar alkali bebas yang dihitung sebesar kadar NaOH dari sabun opaque yang dihasilkan.

    Derajat Keasaman (pH)
    Menurut Wasitaatmaja (1997), pH yang sangat tinggi atau rendah dapat meningkatkan daya absorbsi kulit sehingga kulit menjadi iritasi. Faktor konsentrasi gel lidah buaya dan bee pollen berpengaruh nyata terhadap derajat keasaman dari sabun opaque yang dihasilkan. Semakin tinggi penambahan konsentrasi pada gel lidah buaya dan bee pollen maka semakin rendah pH sabun opaque yang dihasilkan.

    Stabilitas emulsi
    Menurut Suryani (2002), sabun padat termasuk dalam emulsi tipe w/o. Emulsi yang baik tidak membentuk lapisan-lapisan, tidak terjadi perubahan warna dan memiliki konsentrasi tetap. Kestabilan emulsi sangat ditentukan oleh faktor-faktor seperti ukuran partikel dan distribusi, jenis emulsifier yang digunakan, rasio perbedaan tegangan anatar dua fase. Semakin tinggi penambahan konsentrsai gel lidah buaya dan bee pollen maka stabilitas emulsinya akan semamin rendah.

    Stabilitas Busa
    Faktor konsentrasi gel lidah buaya dan bee pollen berpengaruh terhadap stabilitas busa. Hal ini disebabakan adanya kandungan saponin yang terdapat dalam gel lidah buaya. Saponin selain dapat membersihkan juga dapat meningkatkan jumlah busa, tetapi busa yang dihasilkan tidak stabil sehingga semakin tinggi gel lidah buaya yanh ditambahkan maka stabilitas busanya semakin menurun. Demikian juga pada bee pollen, semakin tinggi penambahan konsentrasi bee pollen maka stabilitas busa akan semakin rendah.

  6. indah nurcholifah berkata

    Saya tertarik dengan penelitian tentang pembuatan sabun transparan dari minyak kelapa sawit. yang ingin saya tanyakan apakah bisa sabun transparan dibuat dari bahan lain seperti lemak kakao? Mohon dijawab. Terimakasih

  7. Barclay berkata

    Saya mahasiswa T. Kimia

    Saya mau minta prosedur kerja pembuatan sabun transparan secara detail donk!

    Standart mutu CPO yang baik untuk pembuatan sabun tersebut apa saja??

    dan

    Standar kualitas sabun transparan yang laku di pasaran itu yg bagaimana?

    Terima kasih sebelumnya!!!

  8. Puji Indra permadi berkata

    Saya mahsiswa teknik kimia itenas ……
    yang saya tanyakan :
    1. Kenapa gliserin dan gula dapat membuat jadi transparan ??
    2. kenapa harus membuat sabun dasar terlebih dahulu ??

  9. ana berkata

    bagaimana cara mengambil vitamin E dalam sabun untuk menetapkan kadar vitamin E dalam sabun tersebut

  10. Haji Arul berkata

    buat ana kalo mau tau prosedur pengambilan vitamin E contact saya 0511.7673485 di banjarmasin

  11. Anwar Jusuf berkata

    Sehubungan dengan topik “sabun dari minyak sawit” ini,
    adakah yang tahu apakah sabun ini sudah ada yg produksi?
    Kalau sudah ada siapa ya produsennya?
    Terima kasih

  12. vijayanti berkata

    makasih ya jawabannya…
    arigatoo gozaimasu

  13. rere berkata

    sy mo penelitian tentang sabun opaque yg gw tanyain apa penyebab tingi rendahnya kadar air lemak tak tersabunkan dan sifat kimia laenx trus kenapa kalo nilainya tinggi dan ju kalo rendah dibandingin dgn standar mutu SNI please help me ……….

  14. bayu berkata

    saya mahasiswa teknik kimia ugm
    mau tanya tentang proses serta langkah2 dalam pelaksanaan uji Kruskal wallis.

    mohon jawabannya ya..
    terima kasih
    matur thank q.

  15. momon berkata

    Saya mahasiswa teknik kimia…

    saya juga sedang melakukan penelitian yang perlu untuk membuat sabun nihhh…. Harga asam stearat berapa sihhh???

    Thank…

  16. eddy berkata

    Saya mempunyai endapan minyak ikan. Sudahkah penggunaan limbah tersebut dilakukan untuk pembuatan sabun? Karena yang saya tahu semua nya bahan bakunya dari minyak nabati?, Bagaimana dengan minyak hewani?
    Terimakasih

  17. mery berkata

    1. Bolehkah saya mendapatkan prosedur lengkap?
    2. apa fungsi dari penambahan NaOH, asam stearat, gliserin, sukrosa dan alkohol?
    3. bagaimana cara mengkarakterisasi minyak sawit
    4. apakah perlakuannya harus direfluks ? bisakah di ruang asam saja ?
    Trimakasih atas jawabannya

  18. dila berkata

    Saya IRT yang sangat tertarik mencoba membuat sabun transparan untuk mengisi waktu luang sekaligus menambah penlghasilan. Bolehkah saya meminta penjelasan mengenai prosedur lengkap pembuatan sabun transparan? kalau boleh, tolong kirimkan via email. atau adakah kursus yang bisa saya ikuti?
    Makasih ya

  19. celia vidigal berkata

    saya siswi SMA St. Yoseph saya mau tahu didalam penalitian tersebut zat apa saja yang terkandung di dalam kelapa sawit dan
    apakah pembutan sabung dari kelapa sawit ini bisa digunakan juga di negara kami Timor-Leste

  20. Ofelia Cizela berkata

    saya siswi St. Yoseph saya mau tahu apasih keuntungan dari pembutan sabung dari kelapa sawit ini? dan apa sabung tersebut dapat mengobati panwakit dan itu bida di lakukan di nagara saya nggak Timoe-LEste

  21. antie berkata

    saya mahasiswa Fapet IPB yang sedang melakukan penelitian sabun mandi transparan…yang ingin saya tanyakan,
    1. Berapa lama aging dilakukan?
    2. Apa indikator sabun telah selesai di aging?
    3. Kenapa NaOH lebih sering digunakan untuk sabun padat, KOH untuk sabun cair? Apa perbedaan keduanya?
    4. Standar kimia sabun kan mengacu pada SNI. Standar Fisik sabun bisa di dapat dari mana ya?
    5. saya juga bingung, bagaimana mekanisme gula pasir dapat membuat sabun menjadi transparan?
    terima kasih sebelumnya…

  22. nazwa berkata

    saya mahasiswa IPB…
    mau tanya dong…
    1. apa bedanya KOH dan NaOH pada proses pembuatan sabun mandi??
    2. knapa NaOH lebih dipilih untuk pembuatan sabun mandi padatan??
    3. aging itu untuk apa?berapa lama?indikator sabun yang telah melakukan aging apa??
    terimaksih

  23. yac berkata

    mas, apakah and menjual sabun transpran yg sdh jadi. Atau apakah anda tahu tempat menjual sabun transparan yg murah? Mohon infonya by email.
    Thanks.

  24. Lala berkata

    Saya mahasiswi teknik kimia, kebetulan saya mendapat judul penelitian, pembuatan sabun transparan untuk antiseptik (herbal) yang saya ingin tanyakan, bagaimana cara mengetahui berapa persen bakteri yang hilang dengan sabun antiseptik tersebut. dan perbedaan antara sabun gel,transparan dan cair (secara kimia) serta lebih menguntungkan yang mana dan lebih unggul yang mana diantara 3 macam sabun tersebut (beri alasan nya). terima kasih..

  25. mery berkata

    saya mhsw farmasi yang lg penelitian tentang sabun cair dari ekstrak buah2an..
    kebetulan saya mau buat dari tomat, tolong bantuin dong..
    brp byk ekstrak yg blh ditambahkan dalam formulasi sabun..
    trus karakteristik fisik sabun cair liat dmn ya standar nya?
    thanx b4 ya..n GBU

  26. jonatan berkata

    bagai mana cara mengolah limbah sawit menjadi bahan baku sabun dan menjul bahan baku sabun tersebut.

  27. jonatan berkata

    saya mau menjual limbah sawit

  28. Sugiarto berkata

    Bagaimana caranya membuat sabun transparan dng tingkat kejenihan sangat tinggi ? terima kasih

  29. bella berkata

    apa maksudx tdk tersabunkan?

    mhon dblaz,,,,,
    SEGERA

  30. yoyo berkata

    Dh,

    Saya sudah membuat sabun tapi kok keras susah dipotong, kalo dipotong malah pecah

  31. Laksmono berkata

    Saya bertanya, apakah limbah CPO yg keasamannya sudah tinggi (40% – 45 %) bisa direndahkan jadi 20% – 25 %, kalau bisa caranya bagaimana ?mohon jawabannya.

  32. Isna Rahmadini berkata

    Saya mau tanya, sudah ada belum penelitiaan tentang pembuatan sabun dengan memanfaatkan lemak ikan patin? Balas ya….

  33. anita berkata

    saya mahasiswa teknik kimia lagi butuh info proses pembuatan sabun transparan dalam skala industri………..
    tolong di bantu yah lagi butuh nih…..please!!!

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>